By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Suparno Soroti Maraknya Anak SD Berkacamata, Dukung Pembatasan Media Sosial demi Tekan Dampak Gadget

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 5 Agustus 2026
Share
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno.
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Meningkatnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak tak hanya memunculkan kekhawatiran soal kecanduan media sosial, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan. Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Suparno, menilai rencana pemerintah pusat membatasi akses media sosial bagi anak usia 8 hingga 16 tahun menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko tersebut.

Bagi Suparno, pembatasan akses media sosial bukan sekadar membatasi aktivitas digital anak. Kebijakan itu dinilai sebagai upaya preventif agar anak-anak tidak terlalu lama terpapar layar gawai dan konten yang belum sesuai dengan usia mereka.

Dia mengatakan, saat ini penggunaan gawai pintar oleh anak semakin sulit dikendalikan. Di sisi lain, pengawasan dari orang tua belum selalu berjalan optimal.

“Kerap anak diberi telepon genggam agar tetap tenang saat orang tua sedang beraktivitas. Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu konten apa yang mereka akses atau tonton melalui perangkat itu,” ujar Suparno, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat anak-anak bebas mengakses permainan maupun berbagai platform digital tanpa penyaringan yang memadai. Jika terus dibiarkan, kebiasaan itu berpotensi memicu ketergantungan terhadap gadget sejak usia dini.

Karena itu, dia mendukung langkah pemerintah pusat untuk menerapkan pembatasan usia dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, regulasi tersebut dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan di samping pengawasan yang dilakukan keluarga.

“Kalau ada pembatasan usia untuk mengakses konten tertentu, saya kira itu langkah yang tepat. Sebab, persoalan kecanduan gadget di kalangan anak sekarang memang sudah sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Suparno menegaskan, regulasi tidak akan menggantikan peran orang tua. Namun, aturan dari pemerintah dapat membantu mempersempit ruang bagi anak untuk mengakses konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Lebih jauh, dia mengingatkan bahwa dampak penggunaan gadget tidak hanya berkaitan dengan perilaku, tetapi juga kesehatan fisik. Salah satu fenomena yang kini semakin mudah ditemui, kata dia, adalah banyaknya anak usia sekolah dasar yang mengalami gangguan penglihatan.

“Kalau diperhatikan sekarang, sudah banyak anak SD memakai kacamata tebal. Salah satu penyebabnya karena terlalu sering terpapar layar gadget sejak usia dini,” tuturnya.

Atas dasar itu, Suparno berharap masyarakat, terutama para orang tua, melihat kebijakan pembatasan media sosial sebagai bentuk perlindungan, bukan pembatasan kebebasan anak. Menurutnya, pemerintah sedang berupaya menciptakan ruang digital yang lebih aman sekaligus membantu orang tua menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.

“Saya rasa orang tua justru perlu bersyukur karena pemerintah ikut membantu menjaga anak-anak kita demi masa depan mereka,” pungkasnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaSuparno
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Salah Masuk Desil, Warga Miskin Berisiko Kehilangan Bansos, DPRD Samarinda Minta Pendataan Diperketat
Next Article Manusia Silver Kembali Muncul di Lampu Merah Samarinda, DPRD Soroti Konsistensi Penertiban

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

DPRD Dukung PLTSa Samarinda, Minta Pemkot Pastikan Lahan dan Kesesuaian RTRW

3 Min Read
Pemerintahan

Samarinda Menuju Era Kebijakan Berbasis Data, Langkah Menuju Kota Pintar

2 Min Read
Pemerintahan

Gubernur Kaltim Ingin Bangun Jalan Pinggir Sungai Mirip Coastal Road, Ini Tujuannya!

2 Min Read
Pemerintahan

Samarinda Raih Penghargaan Penyaluran TKD dan APBD Terbaik

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?