Samarinda, Sekala.id – Perombakan direksi di tubuh Bankaltimtara menuai perhatian publik. Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai pergantian pimpinan perusahaan daerah di tengah masa jabatan merupakan hal wajar untuk dipertanyakan masyarakat.
Menurut Iswandi, pergantian direksi biasanya tidak lepas dari evaluasi terhadap kinerja perusahaan maupun arah kebijakan yang sedang dijalankan. Karena itu, publik berhak mengetahui alasan di balik keputusan tersebut.
“Kalau kinerjanya bagus, biasanya tidak ada alasan untuk diganti di tengah jalan. Jadi wajar kalau publik mempertanyakan,” ujar Iswandi, Sabtu (9/5/2026).
Meski begitu, dia menegaskan keputusan pergantian direksi sepenuhnya berada di tangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai forum tertinggi dalam struktur perusahaan.
Tak hanya soal pergantian direksi, Iswandi juga menyinggung kondisi laporan perusahaan yang disebut mencatat kenaikan laba, namun di sisi lain dividen untuk pemegang saham justru menurun.
Menurut dia, kebijakan pembagian dividen, penyisihan cadangan usaha, hingga langkah keuangan lain merupakan hasil kesepakatan seluruh pemegang saham dalam forum RUPS.
“Pembagian dividen, cadangan usaha, semua diputuskan dalam RUPS. Jadi tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi,” katanya.
Dia juga menilai munculnya dissenting opinion atau perbedaan pendapat dalam forum perusahaan merupakan hal yang lumrah dalam tata kelola korporasi modern. Selama proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan berbasis data, perbedaan pandangan dinilai tidak menjadi persoalan.
Namun demikian, Iswandi menekankan pentingnya transparansi agar polemik yang berkembang tidak berubah menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
“Yang paling penting prosesnya transparan dan informasi bisa diakses jelas oleh para pemegang saham,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)