Kutai Barat, Sekala.id – Pemerintah Kampung (Pemkam) Linggang Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memprioritaskan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dan pada tahun 2026 ini, Pemkam Linggang Bangun Sari memfokuskan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses menuju kawasan pertanian, serta penguatan program ketahanan pangan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian warga.
Sekretaris Kampung Linggang Bangun Sari, Jadiwaluyo, mengatakan pembangunan drainase menjadi salah satu program prioritas karena sebelumnya sejumlah kawasan permukiman kerap terdampak banjir akibat belum tersedianya saluran air yang memadai.
“Program prioritas kami pada tahun 2026 adalah pembangunan drainase atau parit di kawasan kampung. Sebelum ada drainase sering terjadi banjir. Alhamdulillah, program tersebut sudah berhasil kami selesaikan,” tutur Jadiwaluyo, Senin (27/7/2026).
Selain pembangunan drainase, Pemkam Linggang Bangun Sari juga memprioritaskan perbaikan jalan menuju kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Menurut Jadiwaluyo, akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan petani untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen maupun kebutuhan produksi.
“Jalan menuju lokasi pertanian sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat dalam mengangkut hasil panen, sayuran, dan kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah kampung akan terus mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan pertanian agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar,” urainya.
Di sektor ketahanan pangan, Pemkam Linggang Bangun Sari telah menjalankan program bantuan ternak sejak 2025. Program tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sapi kepada masyarakat agar dikembangkan sebagai usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Program ketahanan pangan kami lakukan melalui pemberian bantuan sapi kepada masyarakat untuk dikembangkan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga dan menjadi modal yang terus berputar di masyarakat,” ucap Jadiwaluyo.
Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah kampung mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk mendukung program tersebut.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kampung Linggang Bangun Sari, mulai dari usaha ternak sapi, kambing hingga ayam.
“Potensi peternakan di kampung kami sangat menjanjikan. Namun, karena keterbatasan anggaran dan dukungan dari BUMDes yang belum maksimal, bantuan yang diberikan masih belum dapat menjangkau seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan penguatan sektor pertanian serta peternakan.
Pemkam Linggang Bangun Sari berharap mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kampung secara berkelanjutan. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)