By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Pengawasan Ketat Diperlukan untuk Menegakkan Integritas, Upaya KPK dan Tantangan di Depan

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 25 Juli 2024
Share
Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan KPK (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Dugaan korupsi yang melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri telah menghadirkan sorotan tajam terhadap pengawasan etika yang lebih ketat dalam sistem hukum Indonesia. Keprihatinan ini semakin menguatkan panggilan untuk mempertahankan integritas lembaga-lembaga antikorupsi dan memulihkan kepercayaan publik yang terkikis.

Ali Fikri, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, dengan tegas menekankan perlunya penerapan kode etik yang jelas di setiap lembaga pemerintah dan penegak hukum.

“Tidak ada ruang untuk kompromi dalam menegakkan aturan ini,” ucapnya saat berbicara dalam sebuah workshop penulisan jurnalistik di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kasus pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan Firli Bahuri telah menggugah reaksi keras dari KPK. Lembaga ini telah berkomitmen untuk menerapkan standar etika yang lebih ketat daripada lembaga lainnya.

“Di KPK, kami menerapkan aturan etika dengan sangat ketat,” ungkapnya.

Selain fokus pada penegakan hukum, KPK juga memberi penekanan pada pendidikan dan pencegahan korupsi. Setiap operasi tangkap tangan (OTT) diikuti dengan evaluasi mendalam untuk memperbaiki sistem yang rentan.

“Kami melakukan identifikasi terhadap kelemahan dalam sistem terkait barang dan jasa, dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan,” jelasnya.

Pendidikan antikorupsi internal terus ditingkatkan di KPK untuk memastikan bahwa seluruh personelnya mematuhi prinsip-prinsip integritas.

“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anggota KPK memahami dan mengamalkan nilai-nilai antikorupsi dalam setiap aspek pekerjaan mereka,” tambahnya.

Ali menegaskan bahwa KPK memiliki tiga strategi utama dalam menurunkan tingkat korupsi: pendidikan antikorupsi, pencegahan, dan penegakan hukum. Pendidikan antikorupsi dimulai dari tingkat pendidikan dini hingga tingkat kepemimpinan tertinggi untuk membangun komitmen yang kuat, sedangkan upaya pencegahan difokuskan pada menutup celah-celah korupsi seperti pengawasan dana desa. Dalam hal penegakan hukum, KPK bergerak secara tegas dari tahap penyelidikan hingga eksekusi.

Selain itu, KPK juga mengembangkan aplikasi jaga.id untuk mengidentifikasi daerah rawan korupsi melalui survei integritas yang dapat diakses oleh publik.

“Data dari aplikasi ini akan membantu KPK untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif terhadap area-area yang rawan terhadap praktik korupsi,” paparnya.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi, Ali mengajak semua pihak untuk berperan aktif, khususnya melalui konten dan pemberitaan jurnalistik yang kritis terhadap korupsi.

“Kami di KPK memiliki target dalam menangani sejumlah kasus korupsi tahun ini, dan kami berharap dapat melibatkan semua pihak dalam upaya menurunkan tingkat korupsi di negeri ini,” tutupnya dengan tekad. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Ali FikriFirli BahuriKPK
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Asli Nuryadin: Disdikbud Samarinda Memerangi Pungli Buku Pelajaran
Next Article KPK Edukasi Jurnalis Kaltim, Korupsi Lebih dari Sekadar Uang

Berita Undas

Tanjung Isuy Tunjukkan Kekuatan Budaya dan Alam Kubar
Selasa, 16 Juni 2026
Seabad MSF Kalimantan Jadi Ruang Refleksi Misi, Evaluasi Pelayanan
Selasa, 16 Juni 2026
TKA Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional, DPRD Minta Sekolah Bermasalah Dipetakan
Senin, 15 Juni 2026
Pemkab Ajukan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD Kubar
Senin, 15 Juni 2026
Grand Final Kanda Dinda Menjadi Wadah Generasi Muda Untuk Melestarikan Warisan Budaya Daerah
Senin, 15 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Kutai Timur Terus Genjot Pemasangan PJU untuk Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan Warga

3 Min Read
Advertorial

Nelayan Sebulu Masih Terjebak Pasar Lokal, Kredit Terbatas dan Distribusi Jadi Penghalang

2 Min Read
Advertorial

Dukungan Pemerintah Pusat untuk Pabrik Rumput Laut dan Jahe di Kukar: Program Unggulan untuk Kesejahteraan Petani dan UMKM

2 Min Read
Advertorial

Kabaddi Kaltim Taklukkan Bali di BK PON, Pastikan Tiket PON XXI 2024

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?