Samarinda, Sekala.id – Potensi bisnis jasa kapal assist di Sungai Mahakam dinilai masih jauh dari kata maksimal. Di tengah meningkatnya lalu lintas kapal, Komisi II DPRD Kota Samarinda meminta Perumda Varia Niaga tidak mengalihkan fokus ke berbagai usaha baru sebelum mengoptimalkan sektor yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan evaluasi terhadap kinerja perusahaan menunjukkan jasa kapal assist masih menjadi kontributor terbesar dibandingkan unit usaha lainnya. Menurutnya, sejumlah bisnis yang telah dikembangkan, seperti pengelolaan parkir di kawasan Tepian Mahakam maupun usaha kos syariah, belum mampu menyamai capaian pendapatan dari layanan pendamping kapal.
“Data yang kami pelajari menunjukkan jasa kapal assist masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar,” kata Iswandi, Senin (27/7/2026).
Dia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa manajemen perlu mengarahkan investasi dan strategi bisnis pada sektor yang telah memiliki pasar jelas. Terlebih, aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya mobilitas angkutan barang dan kapal niaga.
Menurut Iswandi, peluang tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan lebih agresif. Apalagi, jajaran direksi Perumda Varia Niaga memiliki pengalaman di bidang kepelabuhanan, termasuk pernah berkarier di PT Pelindo.
“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana peluang itu dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan dampak lebih besar terhadap pendapatan perusahaan,” ujarnya.
Selain memperkuat bisnis inti, DPRD juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Dukungan lintas instansi dinilai akan mempermudah pengembangan usaha, baik dari sisi kebijakan maupun operasional.
“Koordinasi dengan OPD harus diperkuat sehingga setiap langkah pengembangan usaha bisa berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)