Kutai Barat, Sekala.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat ( Kubar), terus memperkuat prinsip pembangunan yang berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat di Bumi Tanya Purai Ngeriman.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Musrenbang Tematik RKPD Tahun 2027 yang memberikan ruang lebih luas bagi kelompok perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan masyarakat miskin untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.
Musrenbang Tematik yang digelar Bappeda Litbang Kabupaten Kutai Barat berlangsung di Aula BPKAD, Barong Tongkok, Rabu (10/6/2026), dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.
Wakil Bupati (Wabup) Kubar, H. Nanang Adriani, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mampu menjawab kebutuhan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, disebutkan bahwa keterlibatan kelompok-kelompok masyarakat dalam proses perencanaan merupakan bagian penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ucap wabup Kubar.
Melalui Musrenbang Tematik, pemerintah ingin memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai berbagai kebutuhan masyarakat yang selama ini memerlukan perhatian khusus. Masukan yang disampaikan peserta akan menjadi bahan penyusunan program pembangunan pada RKPD Tahun 2027.
“Pemkab Kubar menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi lansia, serta penyediaan fasilitas publik yang mudah diakses penyandang disabilitas,” bebernya.
Di sisi lain, masyarakat adat juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Pemerintah berharap berbagai program yang dirancang ke depan dapat tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Suara masyarakat merupakan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu kami berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan yang objektif, terbuka, dan sesuai kondisi yang ada di lapangan,” tambah Nanang.
Sekretaris Bappeda Litbang Kubar, Florensius Steven, menambahkan bahwa forum tersebut menjadi sarana untuk menggali kebutuhan nyata masyarakat sehingga program yang disusun pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga.
“Ia berharap hasil Musrenbang Tematik dapat melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang mendukung terwujudnya pembangunan Kutai Barat yang inklusif, merata, dan berkelanjutan pada tahun 2027 mendatang,” pungkas Sekretaris Bappeda Litbang Kubar. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)