By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Pemprov Kaltim Luncurkan GratisPol, Mahasiswa Ditargetkan Tak Perlu Bayar UKT Lagi

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 13 Juni 2025
Share
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah. (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi meluncurkan program bantuan pendidikan tinggi bertajuk GratisPol (Gratis Pendidikan untuk Perguruan Tinggi). Program ini menyasar mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 yang berdomisili di wilayah Kaltim.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan program ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat Kaltim dalam menempuh pendidikan tinggi.

“Kita ingin tidak ada lagi anak Kaltim yang gagal kuliah karena masalah biaya. GratisPol hadir sebagai solusi agar akses pendidikan bisa dijangkau semua kalangan,” kata Dasmiah, Selasa (11/6/2025).

Dalam skemanya, alokasi bantuan diberikan sebesar 50 persen untuk mahasiswa S1, 30 persen untuk S2, dan 20 persen untuk S3. Dasmiah menegaskan fokus utama tetap pada pendidikan jenjang S1 karena menjadi tolak ukur partisipasi kuliah di usia produktif.

“Namun kami juga mengakomodasi S2 dan S3 sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas SDM daerah,” ujarnya.

Dasmiah menambahkan, regulasi teknis program ini sedang dalam tahap finalisasi dan ditarget rampung dalam pekan ini. “Kami upayakan minggu ini sudah keluar dasar hukum pelaksanaannya agar bisa segera dieksekusi di lapangan.”

Salah satu keunggulan program GratisPol, menurut Dasmiah, adalah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang langsung dikirim dari pemerintah ke rekening perguruan tinggi melalui Bank Kaltimtara.

“Mahasiswa tidak perlu bayar atau setor sepeser pun. Semua pembayaran dilakukan by name by address langsung ke rekening institusi pendidikan, bukan ke mahasiswa,” tegasnya.

Pada tahap awal, program ini akan memprioritaskan mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu. Targetnya, seluruh mahasiswa aktif hingga semester 8 bisa tercover penuh pada tahun 2026.

Selain bantuan UKT, Pemprov Kaltim juga akan mengatur pembatasan kuliah di luar daerah. Hanya mahasiswa yang diterima di 10 besar kampus nasional yang akan mendapat bantuan jika kuliah di luar provinsi.

“Tujuannya agar anak-anak kita bisa membanggakan kampus-kampus lokal yang juga kita dorong kualitasnya terus meningkat,” jelas Dasmiah.

Pihak kampus menyambut baik inisiatif ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Universitas Mulawarman (Unmul), Nataniel Dengen, menyebut program tersebut sebagai langkah terobosan dari Pemprov Kaltim.

“Ini program luar biasa, sangat proaktif menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/6/2025).

Namun, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi sistem karena perguruan tinggi membutuhkan dana di awal semester, sementara pencairan dari pemerintah sering memakan waktu.

Tahun ini, Unmul menargetkan menerima sekitar 6.500 mahasiswa baru. Namun tidak semua otomatis mendapatkan GratisPol. Ada syarat yang harus dipenuhi.

“Mahasiswa harus berdomisili di Kaltim minimal tiga tahun dan dibuktikan dengan KTP. Seleksi juga memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga,” pungkas Nataniel.

(Jor/El/Sekala)

TAGGED:DasmiahGratispolPemprov Kaltim
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. SPMB 2025 Dibuka 16 Juni, Disdikbud Kaltim Siapkan Skema Antisipasi Sekolah Penuh
Next Article Pelindo Tepis Tuduhan Ilegal, Warga Tegaskan Aksi Tolak Pandu Bukan oleh Preman

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Parlemen

Kebun Raya Unmul Diterkam Tambang Ilegal, Legislator Kaltim Serukan Perlawanan

2 Min Read
Parlemen

Seno Aji: Jangan Biarkan Pekerja Lokal Jadi Penonton di IKN

2 Min Read
Advertorial

Tak Hanya di Kantor, ASN dan PPPK Kutim Kini Dapat Bantuan Hukum Hingga Ranah Pribadi

3 Min Read
Advertorial

Gerindra Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Capaian Fiskal dan Program Prioritas

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?