By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Eks Nakes RS Bhakti Nugraha Diyakini Tak Sulit Cari Kerja, DPRD Samarinda Sebut Tiga RS Baru Butuh SDM

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 15 Juni 2026
Share
Bangunan RS Bhakti Nugraha Samarinda, di Jl. Abdurrasyid Samarinda. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Penutupan operasional Rumah Sakit (RS) Bhakti Nugraha Samarinda tidak diperkirakan memicu persoalan ketenagakerjaan yang signifikan. DPRD Kota Samarinda menilai para tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) masih memiliki peluang besar untuk kembali terserap di sektor kesehatan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di bidang kesehatan masih cukup tinggi. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah rumah sakit baru mulai beroperasi di Kota Tepian dan membutuhkan tambahan sumber daya manusia.

Menurut Sri, setidaknya ada tiga rumah sakit yang saat ini berpotensi menjadi tujuan para eks pegawai RS Bhakti Nugraha, yakni RS Kodim, RS Mulya Medika Samarinda, dan RS Bhayangkara.

“Penutupan rumah sakit ini berbarengan dengan hadirnya beberapa rumah sakit baru di Samarinda. Ada RS Kodim, RS Mulya Medika Samarinda, dan RS Bhayangkara yang tentu membutuhkan tenaga kerja,” ujar Sri Puji Astuti, Senin (15/6/2026).

RS Bhakti Nugraha resmi menghentikan seluruh operasionalnya sejak 1 Juni 2026. Rumah sakit swasta yang telah berdiri sejak 1986 dan mulai melayani masyarakat pada 1989 itu menutup layanan akibat tekanan ekonomi, kondisi pasar, serta berbagai pertimbangan manajemen.

Sri menilai sektor kesehatan memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor lainnya. Kebutuhan tenaga medis yang terus berlangsung membuat perpindahan tenaga kesehatan antar fasilitas pelayanan kesehatan relatif lebih mudah dilakukan.

Karena itu, ia optimistis para tenaga kesehatan yang terdampak penutupan rumah sakit tersebut tidak akan mengalami kesulitan berkepanjangan untuk mendapatkan pekerjaan baru.

“Tenaga kesehatan masih sangat dibutuhkan. Peluang mereka untuk bekerja kembali cukup terbuka karena kebutuhan SDM kesehatan tetap ada,” katanya.

Selain peluang kerja yang masih tersedia, Sri juga melihat minimnya potensi konflik ketenagakerjaan pascapenutupan RS Bhakti Nugraha. Menurut dia, hingga saat ini tidak muncul gejolak ataupun keluhan besar dari para pekerja yang terdampak.

Kondisi tersebut berbeda dengan kasus penutupan RS Haji Darjad Samarinda yang sempat menyita perhatian publik karena menyangkut berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Sri memperkirakan jumlah pekerja yang terdampak di RS Bhakti Nugraha tidak terlalu banyak karena kapasitas layanan rumah sakit tersebut relatif terbatas dibanding sejumlah rumah sakit besar lainnya di Samarinda.

“Tidak banyak tenaga kerjanya. Sampai sekarang juga tidak ada keributan. Bisa jadi pesangon dan hak-hak mereka sudah diselesaikan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, saat ini terdapat 16 rumah sakit pemerintah maupun swasta yang masih aktif beroperasi di Kota Tepian.

Meski peluang kerja terbuka, Sri mengingatkan para tenaga kesehatan agar tetap memperhatikan regulasi dan standar profesi ketika melamar atau berpindah ke fasilitas kesehatan lain. Kelengkapan administrasi dan legalitas profesi tetap menjadi syarat utama dalam proses rekrutmen.

Di sisi lain, ia menilai dampak yang paling dirasakan dari penutupan RS Bhakti Nugraha justru berada pada sisi pelayanan masyarakat. Pasien yang selama ini rutin memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut kini harus mencari fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Kalau secara layanan kesehatan di Samarinda tidak terlalu berdampak karena banyak rumah sakit lain dan ada yang baru juga. Hanya saja masyarakat yang biasa berobat di RS Bhakti Nugraha sekarang harus berpindah ke rumah sakit lain,” tutupnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaRS Bhakti Nugraha SamarindaSri Puji Astuti
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Koridor Satwa Disiapkan untuk Redam Konflik Orangutan di Kutai Timur
Next Article Harga Bahan Pokok di Samarinda Naik, DPRD Soroti Biaya Distribusi Akibat Pelemahan Rupiah

Berita Undas

TKA Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional, DPRD Minta Sekolah Bermasalah Dipetakan
Senin, 15 Juni 2026
Pemkab Ajukan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD Kubar
Senin, 15 Juni 2026
Grand Final Kanda Dinda Menjadi Wadah Generasi Muda Untuk Melestarikan Warisan Budaya Daerah
Senin, 15 Juni 2026
Harga Bahan Pokok di Samarinda Naik, DPRD Soroti Biaya Distribusi Akibat Pelemahan Rupiah
Senin, 15 Juni 2026
Eks Nakes RS Bhakti Nugraha Diyakini Tak Sulit Cari Kerja, DPRD Samarinda Sebut Tiga RS Baru Butuh SDM
Senin, 15 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Haul Akbar Tuan Habib Tunggang Parangan, Mengenang Sejarah Penyebaran Islam di Kerajaan Kutai

2 Min Read
Advertorial

Bimtek Aplikasi Srikandi, Cara DP3A Kukar Tingkatkan Efisiensi Surat-Menyurat

1 Min Read
Advertorial

Kaleidoskop Kukar: Prestasi di Berbagai Bidang di Akhir Tahun 2023

10 Min Read
Pemerintahan

Rudy Mas’ud Tanggapi Desakan Hak Angket, Sebut Keputusan Ada di Tangan DPRD

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?