By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Golkar Minta Samarinda Kurangi Ketergantungan Dana Pusat, Dorong PAD Jadi Penopang Utama

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 30 Juli 2026
Share
Juru bicara fraksi Golkar DPRD Samarinda, Adnan Faridhan saat membacakan pandangan umum terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban APBD 2025.
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Samarinda menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Namun, di balik persetujuan tersebut, Golkar mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Sikap fraksi itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Adnan Faridhan, dalam rapat paripurna DPRD Kota Samarinda, Selasa (29/7/2026), saat membacakan pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Menurut Adnan, peningkatan kapasitas fiskal harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, kemampuan keuangan yang kuat akan menentukan keberlanjutan pembangunan maupun kualitas pelayanan publik di Kota Samarinda.

Golkar menilai optimalisasi PAD masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, perluasan basis data objek pajak, hingga penguatan pengawasan terhadap sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan penerimaan daerah.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan. Fraksi Golkar mendorong penerapan sistem digital, seperti e-tax dan e-retribusi, guna meminimalkan kebocoran penerimaan sekaligus memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Adnan juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan aset daerah. Menurutnya, aset milik pemerintah, termasuk sektor parkir, pasar, dan aset produktif lainnya, masih dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kas daerah apabila dikelola secara maksimal.

Di sisi lain, Fraksi Golkar meminta pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperbaiki kualitas belanja daerah. Efisiensi anggaran serta penguatan investasi dinilai menjadi strategi yang harus berjalan beriringan untuk memperkuat kemampuan fiskal Kota Samarinda.

“Melalui optimalisasi PAD, efisiensi belanja, dan penguatan investasi, Pemerintah Kota Samarinda diharapkan mampu meningkatkan kemandirian fiskal sehingga tidak lagi bergantung pada dana transfer dalam membiayai sebagian besar pelayanan publik,” ujar Adnan.

Golkar juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah diminta melakukan evaluasi terhadap program-program yang belum mencapai target agar setiap anggaran yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan sejumlah catatan tersebut, Fraksi Partai Golkar akhirnya menyatakan menerima dan menyetujui Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:Adnan FaridhanAPBD Kota SamarindaDPRD Kota Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Gerindra Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Capaian Fiskal dan Program Prioritas
Next Article PDIP Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti SILPA Rp572 Miliar hingga Efektivitas Belanja

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Pencegahan Penyakit Tidak Menular Jadi Prioritas di Kutai Timur: Fokus pada Usia Produktif

2 Min Read
Parlemen

Legislator DPRD Kaltim Bantah Lecehkan Advokat: “Kami Panggil Manajemen, Bukan Kuasa Hukum”

2 Min Read
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Andi Harun
Politik

Jelang Pesta Demokrasi Samarinda, Andi Harun Siap Menjawab Panggilan Warga

2 Min Read
Parlemen

Bagaimana Kans Rektor Unmul dalam Bursa Calon Pj Gubernur Kaltim?

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?