By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

16 Kasus Rabies di Samarinda, Pemilik Hewan Peliharaan Harus Waspada

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 26 Juni 2023
Share
SHARE

Samarinda, Klausa.co – Penyakit anjing gila atau rabies telah menyerang 16 orang di Kota Samarinda. Mereka digigit oleh hewan peliharaan mereka sendiri, baik anjing maupun kucing.

Rabies merupakan salah satu jenis zoonosis, yaitu penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

“Yang tergigit semua dan hewannya positif rabies, tapi Alhamdulillah sudah ditangani dengan cepat, dan sudah sembuh,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Kota Samarinda, Maskuri, Sabtu (24/6/2023).

Maskuri mengimbau, para pemilik hewan peliharaan rutin memeriksakan kondisi kesehatan hewan mereka ke dokter hewan. Di Samarinda, ada beberapa fasilitas kesehatan hewan yang gratis.

“Periksakan. Di Samarinda ada dokter hewan gratis seperti yang di Jalan Biola,” ujarnya.

Gejala awal hewan yang terjangkit rabies adalah perilaku yang berubah dan tidak mengenali pemiliknya. Hewan tersebut juga bisa menjadi agresif dan menyerang orang atau hewan lain.

“Yang paling parah perilakunya sudah tidak seperti biasanya bahkan menyimpang,” papar Maskuri.

Dikutip dari situs kemkes.go.id, hewan peliharaan yang terinfeksi rabies akan menunjukkan perubahan perilaku yang sangat ekstrem. Di antara perilaku tersebut ditandai dengan selalu gelisah, tidak bisa diam, ketakutan, lebih sensitif dan mudah marah.

Selain itu, hewan akan terlihat kesakitan, demam, sering menggigiti benda-benda, dan menyerang hewan lain. Pada kasus yang lebih akut hewan akan mengalami kelumpuhan kaki belakang, tidak nafsu makan, kejang, dan mengeluarkan air liur berbuih.

Untuk menanggulangi kasus rabies ini, Maskuri mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian dan akan segera menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya zoonosis dan rabies serta cara mencegah dan mengatasinya.

“Sosialisasinya terkait dengan bagaimana peran masyarakat dalam menghadapi zoonosis dan rabies ini, karena ini menyangkut hewan peliharaan dan juga hewan liar,” pungkasnya.

Maskuri berharap masyarakat dapat lebih peduli dan berperan aktif dalam penanggulangan rabies ini, khususnya komunitas pecinta hewan. (Mar/mul/klausa)

TAGGED:Anjing GilaMaskuriPenanggulangan RabiesRabies
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Bocah 11 Tahun Tenggelam di Wisata Danurdana, Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Jam Pencarian
Next Article Mutasi Besar-Besaran di Polri, Kapolres Berau dan Sejumlah Pejabat Polda Kaltim Diganti

Berita Undas

Gaji DPR Dilepas, Sahroni Pilih Jalur Donasi Terbuka
Selasa, 14 April 2026
Bahlil soal harga BBM bersubsidi: Tunggu waktunya saja
Rabu, 1 April 2026
Tidak Ada Pengadaan Mobil Dinas Baru Di Kutai Barat
Kamis, 26 Maret 2026
Estetika Terbaik: Keramik Batu Alam untuk Dinding Rumah
Kamis, 26 Maret 2026
Art Paris 2026: Bahasa dan Reparasi dalam Seni
Kamis, 26 Maret 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Samarinda

Penurunan Harga BBM Non-Subsidi, Respons Pertamina Patra Niaga Terhadap Tren Minyak Dunia

2 Min Read
Advertorial

Abdul Khairin: Perizinan Jadi Batu Sandungan Industri Pariwisata Samarinda

2 Min Read
Sudarno, juru bicara Rudy-Seno
Politik

Janji Politik Pendidikan Gratis Rudy-Seno, Tapi Mampukah Diwujudkan?

3 Min Read
Samarinda

Ramadan PAN Kaltim: Santunan Anak Yatim hingga Bagi 500 Takjil Setiap Hari

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?