By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Harga Bahan Pokok di Samarinda Naik, DPRD Soroti Biaya Distribusi Akibat Pelemahan Rupiah

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 15 Juni 2026
Share
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebut turut memberi tekanan terhadap harga kebutuhan pokok di Kota Samarinda. Namun, dampaknya tidak terjadi secara langsung pada transaksi perdagangan pangan, melainkan melalui kenaikan biaya distribusi yang bergantung pada sektor energi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut kemudian berimbas pada ongkos transportasi yang menjadi komponen utama dalam rantai distribusi bahan pangan menuju Samarinda.

Menurut Joha, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Samarinda masih dipasok dari luar Kalimantan Timur. Ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain membuat harga komoditas sangat sensitif terhadap perubahan biaya logistik.

“Bukan karena masyarakat membeli bahan pokok menggunakan dolar. Dampaknya lebih kepada kenaikan biaya energi yang akhirnya memengaruhi transportasi dan distribusi barang,” ujar Joha, Senin (15/6/2026).

Dia menjelaskan Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah yang transaksi pembeliannya menggunakan dolar AS. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya pengadaan energi ikut meningkat dan berpotensi memicu kenaikan biaya operasional di berbagai sektor.

Salah satu sektor yang paling merasakan dampaknya adalah logistik. Distribusi bahan pokok menuju Samarinda, baik melalui jalur laut maupun darat, membutuhkan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar. Kenaikan biaya energi otomatis meningkatkan ongkos pengiriman yang kemudian dibebankan pada harga jual barang.

Joha menilai situasi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat produksi pangan lokal. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, gejolak biaya transportasi dapat ditekan sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih stabil.

Saat ini, sebagian besar komoditas pangan yang beredar di Samarinda masih harus menempuh perjalanan panjang dari daerah produsen. Karena itu, setiap kenaikan biaya distribusi hampir selalu berujung pada kenaikan harga di pasar.

“Distribusi barang sangat bergantung pada transportasi, sementara transportasi membutuhkan bahan bakar. Ketika biaya itu naik, harga barang yang diterima masyarakat juga ikut terdorong naik,” katanya.

Dia menambahkan efisiensi rantai pasok dan penguatan produksi lokal menjadi langkah yang perlu didorong untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Kalau kebutuhan pokok bisa dipenuhi lebih dekat dari lokasi konsumsi, dampak kenaikan biaya distribusi tentu tidak akan sebesar yang terjadi saat ini,” tutupnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaJoha FajalKenaikan Harga BBM
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Eks Nakes RS Bhakti Nugraha Diyakini Tak Sulit Cari Kerja, DPRD Samarinda Sebut Tiga RS Baru Butuh SDM
Next Article Grand Final Kanda Dinda Menjadi Wadah Generasi Muda Untuk Melestarikan Warisan Budaya Daerah

Berita Undas

DPRD Samarinda Ingatkan Imbauan Hotel BUMD Jangan Batasi Peluang Swasta
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Desak Kompensasi Lahan Warga Jalan Merdeka Segera Dituntaskan
Kamis, 29 Oktober 2026
TPA Zona 3 Disiapkan, DPRD Samarinda Minta Pengelolaan Sampah Dibenahi dari Hulu
Kamis, 29 Oktober 2026
PJJ Saat Udara Memburuk, DPRD Samarinda Ingatkan Siswa Rentan Tertinggal
Kamis, 29 Oktober 2026
DPRD Samarinda Minta APBD Tak Beri Insentif ke Pengembang Komersial
Kamis, 29 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Festival Musik Dispora Kaltim 2024: Panggung Kreativitas Pemuda di Eks Bandara Temindung

3 Min Read
Samarinda

Tak Ada Lagi Hambatan, Pembongkaran Bangunan di Segmen Tarmidi Telah Berjalan

2 Min Read
Politik

KPU Samarinda Gencarkan Sosialisasi TPS Khusus untuk Pilkada 2024, Siapkan Logistik Hingga Detil Terkecil

3 Min Read
Parlemen

Benang Kusut Peredaran Miras di Samarinda, Penerapan Perda Belum Unjuk Gigi

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?