By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Samarinda

Pembangunan IKN di Atas Air Mata Masyarakat Suku Balik: Hilangnya Akses, Hilangnya Warisan

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 8 Mei 2024
Share
Konferensi Pers JATAM Kaltim terkait skandal kejahatan informasi proyek air IKN, hingga dampak buruk terhadap masyarakat Suku Balik (Foto: Ist)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Pembangunan infrastruktur air di Ibu Kota Negara (IKN) baru bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, proyek-proyek besar seperti bendungan dan sistem transmisi air menjanjikan kemajuan dan modernisasi. Di sisi lain, bagi masyarakat Suku Balik di Sepaku, deru pembangunan ini membawa nestapa dan hilangnya warisan budaya.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur menggemakan keresahan masyarakat Suku Balik. Proyek-proyek raksasa, termasuk Bendungan Sepaku Semoi di Sungai Mentoyok dan sistem intake di Sungai Sepaku, telah merobek benang kehidupan masyarakat yang menggantungkan diri pada Daerah Aliran Sungai (DAS) selama berabad-abad.

“Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, bendungan dan sistem air ini mengganggu hubungan erat masyarakat Suku Balik dengan sungai, yang menjadi sumber kehidupan, ekonomi, dan budaya mereka,” tegas Mareta Sari, aktivis JATAM Kaltim.

Hilangnya akses ke air bersih menjadi salah satu dampak nyata. Masyarakat yang dulunya bebas menikmati air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, kini terpaksa membeli air. Beban ekonomi pun kian bertambah.

Tak hanya itu, pembangunan Bendungan Sepaku Semoi telah menelan korban, 35 makam leluhur yang berusia dua abad terpaksa dipindahkan. Mareta mengungkapkan kekecewaannya, makam-makam ini diperlakukan seperti benda mati yang bisa diperjualbelikan.

Ketidakjelasan informasi pun menambah luka. JATAM Kaltim menuntut transparansi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek-proyek air IKN. Tujuh dokumen penting, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), masih dirahasiakan.

“Sudah hampir satu setengah tahun sejak kami pertama kali mengajukan gugatan pada 17 Oktober 2022. Namun, proses hukum terus terhambat oleh upaya banding dan keberatan dari Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Perjuangan JATAM Kaltim dan masyarakat Suku Balik masih panjang. Mereka menuntut hak mereka atas air, tanah, dan warisan budaya yang dirampas oleh pembangunan IKN. Di balik gemerlap modernisasi, kisah pilu ini menjadi pengingat bahwa kemajuan harus ditebus dengan pengorbanan, dan tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar manusia dan kelestarian budaya. (Ya/El/Sekala)

TAGGED:Jaringan Advokasi TambangJATAM KaltimMareta Sari
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Impian akan Terwujud, RS Muara Badak Siap Melayani Masyarakat Akhir 2024
Next Article Larangan Penjualan BBM Eceran di Samarinda, Menuju Tata Kelola BBM yang Lebih Teratur

Berita Undas

Program Disdag Jangan Sekadar Serap Anggaran, Harus Berdampak ke Pedagang
Rabu, 24 Juni 2026
Lapak Pasar Pagi Jadi Sorotan DPRD Samarinda, Iswandi Minta Pengelolaan Transparan
Rabu, 24 Juni 2026
DPRD Samarinda Soroti Anggaran Disdag, Dinilai Terlalu Banyak untuk Kegiatan Internal
Rabu, 24 Juni 2026
Kaltim ke Jateng Bukan Belajar Baru Bara, Pemprov Siapkan Aturan Khusus Reklamasi Galian C
Selasa, 23 Juni 2026
Lestarikan Kearifan Lokal, Polres Kutai Barat Gelar Lomba Menyumpit
Selasa, 23 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Kolaborasi Dishub dan Satpol PP Diuji, Pak Ogah Ganggu Proyek Drainase

2 Min Read
Advertorial

Wabup Mahulu Targetkan WTP Tetap Aman Usai Sertijab Kepala BPK Kaltim

1 Min Read
Samarinda

BMKG Ingatkan Potensi Rob, Pakar Sebut Pengelolaan Bendungan di Samarinda Jadi Kunci

2 Min Read
Parlemen

BanKeu Dicoret dari APBD Perubahan 2025, DPRD Kaltim Fokus ke APBD Murni

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?