Mahulu, Sekala.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu, Dr. Stephanus Madang, memanfaatkan momentum Syukuran Pare Maring untuk menyampaikan pesan penting tentang nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam tradisi adat, terutama terkait ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal.
Dalam sambutan mewakili Bupati Mahulu, Stephanus menekankan bahwa tradisi seperti Pare Maring tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga bentuk edukasi moral dan spiritual bagi masyarakat.
“Rasa syukur atas hasil panen harus diwujudkan tidak hanya dalam ritual, tapi juga dalam kerja keras kita untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Ini adalah pesan luhur dari para leluhur kita,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat tradisi ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ketergantungan terhadap alam mengajarkan bahwa hidup selaras dengan lingkungan adalah kunci keberlanjutan.
“Mahulu memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perikanan. Jika kita kombinasikan nilai adat dengan inovasi pertanian, maka akan tercipta masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ucapnya.
Sekda juga menyoroti perlunya regenerasi dalam pelestarian adat, terutama dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan budaya dan pertanian lokal. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung inisiatif warga yang berorientasi pada pembangunan berbasis kearifan lokal.
Di akhir sambutan, ia memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kampung Ujoh Bilang atas kerja kolektif dalam menjaga tradisi Pare Maring.
“Kita tidak boleh membiarkan budaya ini menghilang. Inilah wajah kita, jati diri kita sebagai masyarakat Mahulu,” tutupnya. (Jor/El/ADV/Pemkab Mahulu)