By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

DPRD Samarinda Soroti ASN yang Hanya Mengejar Absensi, Bukan Kinerja

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 5 Juni 2026
Share
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti masih adanya budaya kerja di lingkungan birokrasi yang lebih menekankan kehadiran fisik ketimbang hasil kerja yang nyata. Menurutnya, reformasi birokrasi seharusnya tidak berhenti pada penerapan sistem absensi digital atau pengawasan kehadiran pegawai. Yang lebih penting adalah memastikan setiap ASN mampu menunjukkan produktivitas dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Anhar mengatakan, selama ini masih berkembang anggapan bahwa disiplin kerja cukup diukur dari tingkat kehadiran harian. Padahal, ukuran keberhasilan seorang pegawai seharusnya terlihat dari target yang dicapai dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan selama jam kerja.

Dia mengaku masih menerima sejumlah laporan dan keluhan masyarakat terkait lambannya pelayanan di beberapa instansi pemerintah. Kondisi itu, menurutnya, tidak lepas dari rendahnya produktivitas sebagian pegawai meski secara administratif tercatat hadir bekerja.

“Produktivitas kerja ASN kadang hanya sampai siang. Setelah itu tidak maksimal lagi. Ada yang bekerja sebentar, kemudian pergi, lalu kembali saat waktu absensi sidik jari. Kondisi seperti ini tentu tidak mencerminkan kinerja yang baik,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Karena itu, Anhar mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem evaluasi kinerja yang berbasis capaian kerja. Setiap pegawai, kata dia, harus memiliki target yang jelas dan dievaluasi secara berkala agar budaya kerja yang terbentuk berorientasi pada hasil.

Anhar menilai persoalan produktivitas tidak hanya terjadi di lingkungan pemerintahan. Di sektor swasta, fenomena serupa juga kerap ditemukan, terutama pada pekerja yang telah berstatus pegawai tetap dan merasa nyaman dengan posisinya.

Sebaliknya, tenaga kontrak maupun outsourcing justru dinilai memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi. Mereka cenderung berupaya menunjukkan performa terbaik karena masa kerja dan perpanjangan kontrak bergantung pada hasil evaluasi yang dilakukan perusahaan.

“Tenaga outsourcing memahami bahwa kontrak mereka akan dievaluasi. Karena itu mereka berusaha disiplin dan menunjukkan hasil kerja yang baik agar kontraknya bisa diperpanjang,” katanya.

Anhar berharap semangat profesionalisme yang ditunjukkan tenaga kontrak dapat menjadi contoh dalam membangun budaya kerja yang lebih produktif, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Makanya, dia juga mendorong pemerintah memberikan ruang karier yang lebih terbuka bagi tenaga outsourcing yang memiliki rekam jejak dan kinerja baik. Menurutnya, tujuan utama pelayanan publik bukan sekadar memastikan pegawai hadir di kantor, melainkan memastikan pekerjaan terselesaikan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Yang dibutuhkan bukan hanya hadir di kantor, tetapi bagaimana pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan masyarakat merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan,” tegasnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:AnharASNDPRD Kota Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Soroti Potensi Miliaran Rupiah PAD Reklame yang Tersendat Urusan Izin

Berita Undas

DPRD Samarinda Soroti ASN yang Hanya Mengejar Absensi, Bukan Kinerja
Jumat, 5 Juni 2026
DPRD Soroti Potensi Miliaran Rupiah PAD Reklame yang Tersendat Urusan Izin
Jumat, 5 Juni 2026
Dari PBG hingga Dishub, Pengusaha Reklame Samarinda Keluhkan Rantai Izin yang Terlalu Panjang
Jumat, 5 Juni 2026
​Skandal Batu Bara Ilegal CV ABI: Kejati Kaltim Jebloskan Oknum ASN Kementerian ESDM dan Pihak Swasta ke Penjara
Kamis, 4 Juni 2026
Pelabuhan Yos Sudarso Bersiap Pindah ke Palaran, Pemkot Kejar Operasional Terminal Penumpang pada 2027
Kamis, 4 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Kantor Desa Loa Raya.
Advertorial

BUMDes Loa Raya Manfaatkan Lahan Eks Tambang untuk Usaha Batu Padas

2 Min Read
Advertorial

Mahulu Siapkan Rencana Pembangunan 2026, Hadapi Tantangan Era 5.0 dan IKN

2 Min Read
Advertorial

Puskesmas Separi III Diresmikan, Layanan Kesehatan Warga yang Prima Dimulai

2 Min Read
Advertorial

Raperda Pasar Rakyat Dikebut, DPRD Samarinda Siapkan Aturan Lebih Tertata dan Kompetitif

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?