By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Samarinda

YMH Cetuskan Ekowisata Jadi Opsi untuk Lepaskan Kaltim dari Ketergantungan Ekonomi Tambang

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 18 Juli 2025
Share
Foto bersama Focus Group Discussion (FGD) ekowisata, yang digelar Yayasan Mitra Hijau (YMH), di Hotel Aston Samarinda. ( Foto : Din/Klausa )
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Transformasi ekonomi hijau tak bisa lagi ditunda, dan Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melirik ekowisata sebagai alternatif. Langkah ini dinilai ampuh untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini mendominasi struktur ekonomi Kaltim.

Dalam diskusi yang digelar Yayasan Mitra Hijau (YMH) pada Kamis (17/7/2025), Ketua Dewan Pembina YMH, Dicky Edwin Hiendarto, menegaskan bahwa wilayah dengan kekayaan sumber daya alam seperti Kaltim kerap terlena hingga lupa melakukan diversifikasi ekonomi.

“Sumber daya cepat habis kalau tidak dikelola berkelanjutan. Ekowisata bisa jadi salah satu jawaban,” ujar Dicky.

Fakta menunjukkan ketimpangan cukup mencolok. Tahun 2023, sektor pariwisata hanya menyumbang 1,74 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim. Angka ini memang naik dari 1,61 persen di 2022, tapi masih jauh dibanding sektor pertambangan yang pada 2024 tetap mendominasi dengan kontribusi sebesar 38,38 persen.

Menurut Dicky, angka tersebut menandakan bahwa upaya mendorong sektor alternatif seperti pariwisata ramah lingkungan masih minim.

Hal senada diungkapkan pegiat wisata lokal, Syafruddin Pernyata. Ia menyoroti pentingnya pendekatan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Ada destinasi yang jauh dari jaringan PLN, ya gunakan panel surya. Masalah sampah juga harus ditangani serius, jadi jangan lagi ada yang bakar sampah seenaknya,” tegasnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim itu, tren wisata global kini menuntut prinsip keberlanjutan. Wisatawan datang bukan cuma untuk melihat pemandangan, tapi juga ingin tahu bagaimana suatu destinasi menjaga ekosistemnya tetap lestari.

Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Fajar Alam, menyebut pola ekonomi Kaltim selama ini masih berkutat pada model “food gathering”. Istilah itu merujuk dengan mengambil hasil alam tanpa pengolahan dan tanpa memperhitungkan keberlanjutan.

“Model ini menyisakan jejak emisi yang tinggi. Kita butuh pergeseran ke ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Fajar menilai ekowisata bisa menjadi titik temu antara diversifikasi ekonomi, konservasi lingkungan, dan edukasi masyarakat.

“Kalau dikembangkan serius, ekowisata bisa menyatukan kepentingan ekonomi, pelestarian, dan pembelajaran. Tapi semua itu butuh komitmen kuat lintas sektor,” tutupnya. (Kal/El/Sekala)

TAGGED:Dicky Edwin HiiendartoYayasan Mitra Hijau
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Renovasi Belum Tuntas, BIGmall Samarinda Kembali Dihantam Kebakaran
Next Article Hotel Atlet Samarinda Siap Beroperasi Komersial Mulai Agustus 2025, Pemprov Kaltim Targetkan Tambahan PAD

Berita Undas

Program Disdag Jangan Sekadar Serap Anggaran, Harus Berdampak ke Pedagang
Rabu, 24 Juni 2026
Lapak Pasar Pagi Jadi Sorotan DPRD Samarinda, Iswandi Minta Pengelolaan Transparan
Rabu, 24 Juni 2026
DPRD Samarinda Soroti Anggaran Disdag, Dinilai Terlalu Banyak untuk Kegiatan Internal
Rabu, 24 Juni 2026
Kaltim ke Jateng Bukan Belajar Baru Bara, Pemprov Siapkan Aturan Khusus Reklamasi Galian C
Selasa, 23 Juni 2026
Lestarikan Kearifan Lokal, Polres Kutai Barat Gelar Lomba Menyumpit
Selasa, 23 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim oleh Forkop Kaltim.
Samarinda

Forkop Kaltim Tuding Praktik Ship to Ship Rugikan Daerah, Desak Pemprov Ambil Alih ke Perusda

3 Min Read
Pemerintahan

Pertemuan Penuh Kebahagiaan Guru Honorer Samarinda: Status Naik, Semangat Meningkat

2 Min Read
Advertorial

Samarinda Modernisasi Aturan Perizinan Usaha Pariwisata

2 Min Read
Hukum & Kriminal

Kisah Melati, Bocah Lima Tahun Korban Pencabulan Anak Pengasuh

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?