By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Kultur

Madihin: Seni Tutur yang Menjadi Warisan Budaya non-Benda Kalimantan Selatan

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 18 Mei 2023
Share
Tiga orang seniman yang menampilkan kesenian Madihin (Foto: Google.com)
SHARE

Sekala.id – Madihin adalah salah satu sastra lisan yang sangat terkenal di Kalimantan Selatan dan merupakan budaya khas Banjar. Madihin berasal dari kata madhah (مدحت) dalam bahasa Arab yang berarti nasihat, tapi bisa juga berarti pujian atau mengucapkan syair sebagai pujian. Madihin diperkirakan sudah ada sejak tahun 1800, setelah Islam masuk dan berkembang di Kalimantan.

Contents
Ciri-Ciri dan Struktur MadihinFungsi dan Makna Madihin

Madihin merupakan kesenian yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asal Kalimantan Selatan pada 2012. Pada perkembangannya, madihin telah menyebar ke berbagai wilayah di luar Kalimantan Selatan, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, bahkan ke beberapa kebupaten di Provinsi Jambi dan Riau.

Ciri-Ciri dan Struktur Madihin

Madihin merupakan suguhan pentas monolog oleh satu hingga empat orang seniman tradisional. Pentas tersebut merangkai syair dan pantun yang diiringi dengan musik gendang khas Banjar. Biasanya, kesenian madihin melemparkan sindiran-sindiran, pesan sosial, atau moral dengan kosa kata yang menggelitik dan lucu. Kata-kata yang digunakan muncul secara spontan menggunakan bahasa Melayu setempat atau bahasa Banjar.

Alat musik yang digunakan dalam kesenian Madihin adalah terbang madihin, yaitu alat musik semacam rebana atau gendang. Terbang madihin memiliki diameter sekitar 30 cm dan tinggi sekitar 10 cm. Terbang madihin dibuat dari kayu pohon jingah atau pohon nangka yang dilapisi dengan kulit kambing dan dikencangkan menggunakan rotan.

Dalam pertunjukannya, madihin memiliki struktur baku bagi semua pemadihin, yaitu:

1. Pembukaan, dengan menyanyikan sampiran sebuah pantun yang diawali dengan pukulan terbang madihin yang disebut pukulan membuka. Pada sampiran ini biasanya menyangkut tema yang akan dibawakan pemadihin.

2. Memasang tabi, yaitu membawakan syair-syair atau pantun yang isinya menghormati penonton, memberikan pengantar, terima kasih atau permohonan maaf jika nanti ada salah kata dalam membawakan madihin.

3. Menyampaikan isi (manguran), yaitu menyampaikan syair atau pantun yang isinya sesuai dengan tema acara atau permintaan panitia. Sebelum isi dari tema madihin dikupas oleh pemadihin, sampiran pantun di awal harus disampaikan isinya terlebih dahulu (mamacah bunga).

4. Penutup, yaitu menyampaikan kesimpulan, sambil menghormati penonton, mohon pamit, dan ditutup dengan pantun penutup.

Fungsi dan Makna Madihin

Madihin memiliki fungsi dan makna yang beragam bagi masyarakat Banjar. Berikut adalah beberapa di antaranya:

– Madihin sebagai media hiburan dan pendidikan bagi masyarakat Banjar. Melalui madihin, masyarakat Banjar dapat menikmati sajian seni tutur yang mengandung humor, kritik sosial, nasihat moral, dan informasi aktual.

– Madihin sebagai media pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra Banjar. Melalui madihin, masyarakat Banjar dapat melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra Banjar yang kaya akan ungkapan-ungkapan khas dan nilai-nilai budaya.

– Madihin sebagai media komunikasi dan interaksi sosial bagi masyarakat Banjar. Melalui madihin, masyarakat Banjar dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan pemadihin maupun sesama penonton.

– Madihin sebagai media ekspresi dan apresiasi seni bagi masyarakat Banjar. Melalui madihin, masyarakat Banjar dapat mengekspresikan dan mengapresiasi seni tutur yang memiliki ciri khas tersendiri. (Red/Sekala.id)

TAGGED:BanjarmasinKalimantan SelatanMadihinSastra LisanSuku BanjarTerbang Madihin
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Polisi Kejar Sopir Nakal yang Nyaris Lindas Petugas Dishub
Next Article Skandal Emas Rp189 T di Bea Cukai Terus Diusut Kejagung

Berita Undas

Indibiz Borneo Tawarkan Promo Internet Bisnis Mulai Rp300 Ribuan, Bidik UMKM Kalimantan
Selasa, 27 Januari 2026
Meski Diguyur Hujan, Sebanyak Ratusan Anak Antusias Ikuti Simulasi Manasik Haji for Kids
Kamis, 20 November 2025
Pemkab Kutai Barat Gelar Pasar Murah, Wujud Dari Komitmen Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kamis, 20 November 2025
Festival Budaya Tanjung Isuy Akan di Laksanakan Mulai Tanggal 24 hingga 26 November 2025
Kamis, 20 November 2025
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat, Tobi Rikardo Terpilih Secara Aklamasi
Jumat, 21 November 2025

Berita yang mungkin kamu sukai

Kultur

Soto, Kuliner Akulturasi yang Menyatu dengan Budaya Nusantara

4 Min Read
Kultur

Batik Hokokai: Kreativitas dan Adaptasi Pembatik di Masa Penjajahan Jepang

4 Min Read
Kultur

Kemeriahan Kirab Budaya EBIFF 2024, Kaltim Jadi Panggung Global untuk Keragaman Budaya

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?