By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai Kartanegara

Kolaborasi untuk Konservasi: Kisah Desa Pela dan Pesut Mahakam

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 30 Oktober 2023
Share
Ilustrasi (Foto: Ist)
SHARE

Kukar, Sekala.id – Pesut Mahakam adalah salah satu spesies lumba-lumba sungai yang paling unik dan langka di dunia. Hewan ini hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Pesut memiliki warna abu-abu dan mata yang dikelilingi garis putih. Moncongnya juga lebih pendek daripada lumba-lumba laut. Pesut adalah hewan yang menarik dan cantik.

Namun, keberadaan pesut semakin terancam oleh berbagai faktor. Polusi, perburuan, dan perikanan adalah beberapa ancaman yang menghancurkan habitat pesut. Pesut butuh perlindungan agar tidak punah. Untuk itu, ada sebuah desa yang berinisiatif untuk melestarikan pesut dengan cara yang kreatif.

Desa Pela, yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, membuat ekowisata berbasis pesut. Desa ini mengajak para wisatawan untuk melihat pesut di alam liar dan belajar tentang kehidupan mereka. Desa Pela juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang peduli dengan pesut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin Azarbaijan, mengatakan bahwa pelestarian pesut adalah hasil dari kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang peduli dengan pesut. Termasuk bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Rasi, ini merupakan yayasan yang selalu mengawasi pesut di Desa Pela. Kami bermitra dengan mereka,” katanya saat dihubungi via telepon.

Desa Pela juga bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk mengetahui kondisi air Sungai Mahakam. Air yang bersih dan sehat penting untuk pesut. Alimin mengatakan bahwa air di Desa Pela tidak tercemar oleh limbah sawit atau batu bara.

“Kita bekerja sama dengan Unmul untuk tahu kadar air. Kita jaga pesut dari limbah,” katanya.

Pelestarian pesut juga didukung oleh Pertamina Hulu Mahakam melalui program CSR. Banyak pihak yang aktif melindungi pesut. Mereka mengumpulkan data populasi pesut dan memantau kematian pesut. Mereka juga menanam pohon di danau dan pinggiran sungai.

Alimin berharap pelestarian pesut terus berjalan. Desa Pela adalah contoh bagaimana kolaborasi bisa menjaga spesies yang terancam punah. Pelestarian ini juga memberi pengalaman wisata yang berharga.

“Para wisatawan bisa melihat pesut di alam liar,” katanya. (Joe/El/ADV/Diskominfo Kukar)

TAGGED:Alimin AzarbaijanDesa PelaPelestarian Pesut MahakamPesut MahakamPokdarwis Desa Pela
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ponoragan Siapkan SDM Perikanan untuk IKN
Next Article Seno Aji Beri 13 Kelompok Tani Hand Traktor, Apa Tujuannya?

Berita Undas

Tanjung Isuy Tunjukkan Kekuatan Budaya dan Alam Kubar
Selasa, 16 Juni 2026
Seabad MSF Kalimantan Jadi Ruang Refleksi Misi, Evaluasi Pelayanan
Selasa, 16 Juni 2026
TKA Samarinda Lampaui Rata-rata Nasional, DPRD Minta Sekolah Bermasalah Dipetakan
Senin, 15 Juni 2026
Pemkab Ajukan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD Kubar
Senin, 15 Juni 2026
Grand Final Kanda Dinda Menjadi Wadah Generasi Muda Untuk Melestarikan Warisan Budaya Daerah
Senin, 15 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Film Dirty Vote Picu Polemik, Sekretaris DPRD Samarinda Imbau Masyarakat Bijak

1 Min Read
Advertorial

Diskominfo Kukar Gelar Workshop Pemanfaatan Platform Digital Kemitraan untuk KIM se-Kaltim

2 Min Read
Advertorial

Petani dan Nelayan di Kukar Dapat Bantuan dari Pemkab, Ini Kata Bupati Edi

1 Min Read
Advertorial

Diskominfo Kukar Berbenah, Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM untuk Perkuat Komunikasi Publik

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?