By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Drainase Tak Cukup, DPRD Samarinda Minta Penanganan Banjir dari Hulu hingga Hilir

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 22 Juni 2026
Share
Lokasi normalisasi Sungai Karang Mumus di Samarinda. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Intensitas hujan yang hampir turun saban hari beberapa waktu terakhir memicu genangan di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kondisi tersebut membuat DPRD Samarinda menyoroti penanganan banjir yang dinilai masih berjalan parsial, belum terintegrasi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun drainase di titik-titik tertentu. Menurutnya, diperlukan perencanaan menyeluruh yang menghubungkan sistem drainase, anak sungai, hingga aliran sungai utama.

Dia menilai pembangunan infrastruktur pengendali banjir selama ini masih sering dilakukan tanpa memperhatikan keterhubungan sistem aliran air secara utuh.

“Penanganan banjir harus dikaji secara komprehensif, jangan sporadis. Jangan sampai bikin drainase tetapi sodetannya tidak dibuat atau tidak terhubung. Elevasi saluran juga harus diperhatikan,” kata Arif, Senin (22/6/2026).

Arif mencontohkan proyek drainase di kawasan Jalan Juanda yang sempat dibongkar kembali karena aliran air tidak tersambung dengan anak sungai sebagaimana mestinya. Kondisi itu menunjukkan masih adanya kelemahan dalam perencanaan teknis yang berdampak pada efektivitas pengendalian banjir.

Menurutnya, upaya mengurangi risiko banjir tidak cukup hanya melalui pembangunan drainase. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga perlu memperkuat normalisasi sungai, membangun sodetan, serta menambah kolam retensi untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi.

Dia menekankan pentingnya memastikan seluruh aliran anak sungai yang bermuara ke Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam dapat berfungsi optimal sehingga air tidak tertahan di kawasan permukiman.

Selain itu, Arif menyoroti tingginya sedimentasi yang menyebabkan banyak sungai dan saluran air mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut diperparah oleh penyempitan badan sungai akibat bangunan yang berdiri di bantaran sungai.

“Normalisasi sungai harus dilakukan secara berkala. Bukan hanya pelebaran, tetapi juga pengerukan agar kapasitas tampung air tetap terjaga,” ujarnya.

Di luar aspek infrastruktur, Arif mengingatkan bahwa pengendalian banjir juga membutuhkan peran masyarakat. Ia menilai kebiasaan membuang sampah ke saluran air masih menjadi salah satu penyebab tersumbatnya drainase di sejumlah kawasan.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, DPRD Samarinda saat ini tengah menyiapkan regulasi mengenai sempadan sungai. Aturan tersebut dirancang untuk membatasi pembangunan dalam radius sekitar 10 meter dari tepi sungai guna menjaga ruang aliran air dan mendukung program normalisasi sungai.

Meski demikian, Arif mengakui penerapan aturan itu tidak mudah karena banyak permukiman telah lama berdiri di kawasan bantaran sungai. Karena itu, diperlukan dasar hukum yang kuat serta skema relokasi yang matang sebelum penataan dilakukan.

Dia menegaskan, pembenahan sungai dan anak sungai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan deras bertepatan dengan pasang air sungai.

“Kalau sungai dan anak sungainya tidak dibenahi, air dari berbagai wilayah tidak punya jalur keluar. Saat hujan deras dan pasang terjadi bersamaan, banjir akan terus berulang,” tutupnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:Arif KurniawanDPRD Kota SamarindaPenanganan Banjir
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Banjir Selili Kian Parah, DPRD Dorong Solusi Lintas Wilayah dan Normalisasi Sungai
Next Article Lestarikan Kearifan Lokal, Polres Kutai Barat Gelar Lomba Menyumpit

Berita Undas

Kaltim ke Jateng Bukan Belajar Baru Bara, Pemprov Siapkan Aturan Khusus Reklamasi Galian C
Selasa, 23 Juni 2026
Lestarikan Kearifan Lokal, Polres Kutai Barat Gelar Lomba Menyumpit
Selasa, 23 Juni 2026
Drainase Tak Cukup, DPRD Samarinda Minta Penanganan Banjir dari Hulu hingga Hilir
Senin, 22 Juni 2026
Banjir Selili Kian Parah, DPRD Dorong Solusi Lintas Wilayah dan Normalisasi Sungai
Senin, 22 Juni 2026
DPRD Samarinda Minta Aspek Keselamatan Jadi Prioritas Sebelum Teras Samarinda Tahap 2 Dibuka
Senin, 22 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono
Advertorial

Kecamatan Tenggarong Seberang Setop 16 Kegiatan Tak Prioritas

2 Min Read
Pulau Kumala.
Advertorial

Pulau Kumala Masih Jadi Magnet, Wisatawan Serbu Ikon Kukar saat Libur Lebaran

2 Min Read
Pemerintahan

Pengelolaan Sampah Samarinda, Retribusi Naik, Layanan Baru Menanti

2 Min Read
Pemerintahan

Tiga ASN di Bawah Sorotan Bawaslu Samarinda, Begini Tanggapan Wali Kota

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?