Samarinda, Sekala.id – Persiapan relokasi Pelabuhan Yos Sudarso ke kawasan Palaran memasuki fase yang lebih konkret. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini menaruh perhatian besar pada pembangunan akses jalan yang akan menjadi penghubung utama menuju terminal penumpang dan kawasan logistik baru.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan akses darat menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam proyek relokasi tersebut. Pasalnya, sebagian infrastruktur sisi laut di kawasan pelabuhan baru sudah lebih dahulu dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat.
“Rencana kita memindahkan Pelabuhan Yos Sudarso, termasuk terminal penumpang dan terminal barang atau kargo ke daerah Palaran,” ujar Manalu, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, Dishub telah menyusun lima alternatif jalur akses menuju kawasan pelabuhan baru. Berbagai opsi tersebut sedang dikaji untuk menentukan rute paling efektif dengan dampak sosial yang minimal terhadap masyarakat.
Pemerintah juga mulai menghitung kebutuhan teknis pembangunan jalan, mulai dari lebar jalur, panjang trase, hingga kebutuhan pembebasan lahan yang akan dilakukan melalui APBD Kota Samarinda.
“Untuk lokasi jalan itu sudah ditetapkan, cuma nanti akan lebih detail terkait lebar jalan, panjang jalan, kemudian pembebasan lahannya dan metode pelaksanaannya,” katanya.
Manalu menjelaskan, terminal penumpang menjadi prioritas utama dalam tahap awal relokasi. Target yang dipasang cukup ambisius, yakni mulai beroperasi pada 2027 sesuai arahan Wali Kota Samarinda.
Target tersebut dinilai realistis karena fasilitas sisi laut telah tersedia. Dengan demikian, pemerintah hanya perlu menuntaskan pembangunan infrastruktur pendukung di daratan agar aktivitas pelabuhan dapat berjalan penuh.
“Kalau penumpang, harapan Pak Wali target 2027 karena sisi lautnya sudah terbangun menggunakan anggaran APBN,” ujarnya.
Selain terminal penumpang, pemerintah juga tengah mengkaji lokasi terminal barang yang nantinya akan menggantikan fungsi pelabuhan lama di pusat kota. Sejumlah alternatif disiapkan, termasuk kemungkinan integrasi dengan Terminal Peti Kemas Palaran untuk menciptakan kawasan logistik yang lebih terhubung.
Seluruh usulan pengembangan tersebut telah diajukan agar masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), sehingga memiliki kepastian arah pembangunan dalam jangka panjang.
Relokasi Pelabuhan Yos Sudarso dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi beban lalu lintas logistik di pusat Kota Samarinda. Jika terealisasi, aktivitas bongkar muat dan pergerakan penumpang yang selama ini terpusat di kawasan kota akan bergeser ke Palaran yang memiliki ruang pengembangan lebih luas. (Kal/El/Sekala)