Kutai Barat, Sekala.id – Acara Focus Group Discussion (FGD), Lokakarya, dan Penyerahan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2025 secara resmi dibuka Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar), Nanang Adriani.
Pada Pembukaan acara itu, nampak turut dihadiri Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kubar Hendrita Teofila, Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Timur Enjang Sopiyudin, serta berbagai perangkat daerah, dilaksanakan di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kabupaten Kutai Barat, Selasa (18/11/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen kebencanaan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada akademisi, BPBD, OPD, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh peserta FGD yang hadir memberikan pemikiran dan kontribusi strategis ini,” tutur Wabup.
Nanang Adriani menjelaskan bahwa Kubar memiliki berbagai potensi ancaman bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
“Berdasarkan hasil kajian, prioritas penanganan kita lima tahun ke depan adalah karhutla, banjir, banjir bandang, kekeringan, serta cuaca ekstrem dan longsor,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dokumen KRB dan RPB bukan sekadar administrasi, melainkan pedoman utama mitigasi hingga pemulihan bencana.
“Dokumen ini harus aplikatif, terukur, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Saya minta OPD memberikan data yang valid agar kebijakan kita berjalan terintegrasi dengan RPJMD dan RPD,” tegas Wabup.
Ia berharap kolaborasi multipihak dapat mewujudkan Kutai Barat sebagai daerah yang lebih tangguh.
“Dengan komitmen bersama, saya yakin Kubar dapat semakin aman, sejahtera, dan berketahanan terhadap resiko bencana,” tutupnya. (Btr/Sekala/Adv)