By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Nasional

Wabah Antraks di Gunung Kidul: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 8 Juli 2023
Share
Petugas saat mengambil sampel tanah di Gunung Kidul, Yogyakarta (Foto: Istimewa)
SHARE

Sekala.id – Wabah antraks yang menyerang Gunung Kidul, Yogyakarta, telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Wabah ini disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis yang dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan atau daging yang terinfeksi. Wabah ini telah menelan korban jiwa dan puluhan orang lainnya teridentifikasi positif antraks.

Contents
Penyebab Wabah Antraks di Gunung KidulGejala Antraks pada ManusiaPencegahan Antraks pada Manusia

Penyebab Wabah Antraks di Gunung Kidul

Wabah antraks di Gunung Kidul bermula dari warga Pedukuhan Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, yang mengonsumsi daging sapi mati yang terinfeksi bakteri antraks pada Mei 2023. Warga tersebut juga ikut menyembelih sapi yang sakit tanpa menggunakan alat pelindung diri. Hal ini menyebabkan spora antraks masuk ke dalam tubuh mereka melalui saluran pencernaan, pernapasan, atau luka pada kulit.

Bakteri antraks dapat bertahan dalam bentuk spora selama bertahun-tahun di dalam tanah atau daging. Spora ini dapat diaktifkan oleh kondisi lingkungan yang sesuai, seperti kelembaban, suhu, dan pH. Spora ini kemudian dapat menginfeksi hewan yang menggigit atau menginjak tanah atau daging yang mengandung spora. Hewan yang terinfeksi kemudian dapat menularkan bakteri antraks ke hewan atau manusia lainnya melalui darah, ludah, kotoran, atau daging.

Gejala Antraks pada Manusia

Antraks dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda tergantung pada cara penularannya. Ada tiga jenis antraks pada manusia, yaitu:

  • Antraks kulit: terjadi saat spora antraks masuk ke dalam luka pada kulit. Gejalanya antara lain luka berbentuk bulat dengan pusat hitam, bengkak, nyeri, demam, dan sakit kepala. Antraks kulit dapat diobati dengan antibiotik dan memiliki tingkat kematian rendah jika ditangani segera.
  • Antraks paru-paru: terjadi saat spora antraks masuk ke dalam saluran pernapasan. Gejalanya antara lain batuk, sesak napas, demam, menggigil, nyeri dada, dan muntah darah. Antraks paru-paru sangat berbahaya dan memiliki tingkat kematian tinggi jika tidak diobati dengan cepat.
  • Antraks usus: terjadi saat spora antraks masuk ke dalam saluran pencernaan. Gejalanya antara lain diare berdarah, mual, muntah, nyeri perut, demam, dan syok. Antraks usus juga sangat berbahaya dan memiliki tingkat kematian tinggi jika tidak diobati dengan cepat.

Pencegahan Antraks pada Manusia

Untuk mencegah penularan antraks pada manusia, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menyembelih atau mengonsumsi hewan atau daging yang sakit atau mati tanpa diketahui penyebabnya.
  • Menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan baju tertutup saat berinteraksi dengan hewan atau daging yang diduga terinfeksi antraks.
  • Melakukan vaksinasi pada hewan ternak untuk mencegah infeksi antraks.
  • Melaporkan kepada petugas kesehatan hewan jika menemukan hewan yang sakit atau mati dengan gejala antraks.
  • Melaporkan kepada petugas kesehatan manusia jika mengalami gejala antraks dan segera mendapatkan pengobatan.

Wabah antraks di Gunung Kidul merupakan peristiwa yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan yang serius. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit ini dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah disampaikan. Semoga wabah ini segera berakhir dan tidak menimbulkan korban jiwa lagi. (Red/Sekala)

TAGGED:AntraksBacillus AnthracisGunung KidulSapi Mati
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article TIFAF 2023 Dimeriahkan 56 Delegasi Negara Islam, Rendi Solihin: Mari Ramaikan!
Next Article Ananda Emira Moeis Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga untuk Indonesia Emas 2045

Berita Undas

Indibiz Borneo Tawarkan Promo Internet Bisnis Mulai Rp300 Ribuan, Bidik UMKM Kalimantan
Selasa, 27 Januari 2026
Meski Diguyur Hujan, Sebanyak Ratusan Anak Antusias Ikuti Simulasi Manasik Haji for Kids
Kamis, 20 November 2025
Pemkab Kutai Barat Gelar Pasar Murah, Wujud Dari Komitmen Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kamis, 20 November 2025
Festival Budaya Tanjung Isuy Akan di Laksanakan Mulai Tanggal 24 hingga 26 November 2025
Kamis, 20 November 2025
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat, Tobi Rikardo Terpilih Secara Aklamasi
Jumat, 21 November 2025

Berita yang mungkin kamu sukai

Nasional

Gelombang Panas Melanda Asia, Indonesia Tidak Termasuk

3 Min Read
Nasional

Pesawat Kargo Smart Air Hilang Kontak di Kalimantan Utara

2 Min Read
Nasional

Laga Pamungkas Grup D Piala Asia 2023, Jepang Harus Menang atau Pulang

1 Min Read
Nasional

Presale Ludes di Bawah 15 Menit, Siap-siap Ticket War Indonesia vs Argentina pada 6-7 Juni 2023

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?