Samarinda, Sekala.id – Persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses layanan dasar di Kota Samarinda jadi perhatian DPRD Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, meminta peran rukun tetangga (RT) diperkuat untuk memantau langsung kondisi sosial masyarakat di tingkat lingkungan.
Menurut Puji, RT merupakan struktur pemerintahan paling dekat dengan warga sehingga memiliki posisi penting dalam mendeteksi persoalan sosial sejak dini. Mulai dari kondisi kesehatan warga, akses pendidikan anak, hingga persoalan ekonomi keluarga rentan dinilai perlu dipetakan secara aktif oleh pengurus RT.
“RT diharapkan lebih aktif melakukan pemetaan dan rajin memonitor kondisi riil warganya,” kata Puji, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai pengawasan di tingkat lingkungan menjadi penting lantaran masih ditemukan berbagai persoalan sosial di Samarinda. Beberapa di antaranya seperti warga sakit yang kesulitan memperoleh penanganan medis, anak-anak yang harus merawat orang tua sakit, hingga keterbatasan akses pendidikan di wilayah pinggiran kota.
Puji mengatakan sinergi antara RT, pemerintah daerah, dan DPRD perlu diperkuat agar program bantuan sosial maupun penanganan kemiskinan ekstrem benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan program jaminan kesehatan dan bantuan sosial juga harus terus dilakukan agar tidak ada warga rentan yang terlewat dari pendataan.
“Kita harus memastikan bagaimana jaminan kesehatannya berjalan. Apakah program penanganan kemiskinan ekstrem di Samarinda ini sudah dieksekusi dengan benar dan tepat sasaran?” ujarnya.
Selain mendorong peran RT, Puji juga mengingatkan anggota DPRD agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Ia menilai kepedulian sosial dan budaya gotong royong harus terus dijaga untuk mencegah munculnya persoalan sosial yang lebih besar di kemudian hari.
“Pemerintah juga harus memastikan seluruh instrumen bantuan sosial benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)