Kutai Barat, Sekala.id – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Melalui penyelenggaraan Job Fair 2026, pemerintah daerah berupaya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja guna membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disnakertrans Kubar, Welsi, S.H., M.Si., saat menyampaikan laporan pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Job Fair Kubar 2026 yang berlangsung di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (7/7/2026).
Rapat tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, badan usaha, serta sejumlah pelaku usaha yang diharapkan berpartisipasi dalam membuka lowongan pekerjaan.
Dalam laporannya, Welsi mengatakan kondisi ketenagakerjaan di Kubar saat ini memerlukan perhatian bersama. Berdasarkan data Disnakertrans, sebanyak 2.078 pekerja telah mengalami PHK, sehingga pemerintah daerah harus mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali pekerjaan.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Dengan jumlah PHK mencapai 2.078 orang, kami tidak bisa hanya berdiam diri. Melalui Job Fair ini kami berupaya membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Kubar” ucap Welsi.
Penyelenggaraan Job Fair merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah dalam mempertemukan perusahaan pengguna tenaga kerja dengan para pencari kerja secara langsung.
“Semoga dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara lebih cepat, sementara perusahaan lebih mudah mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan,” bebernya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi kesempatan kerja kepada masyarakat sekaligus menciptakan pelayanan penempatan tenaga kerja yang lebih optimal melalui kesesuaian antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Disnakertrans tetap berkomitmen menyelenggarakan Job Fair dengan melibatkan sebanyak mungkin perusahaan dari berbagai sektor usaha. Anggaran yang tersedia saat ini sebesar Rp60 juta dan digunakan untuk mendukung seluruh proses persiapan kegiatan.
“Walaupun dari sisi pendanaan sangat terbatas, kami tetap optimistis pelaksanaan Job Fair dapat berjalan dengan baik berkat dukungan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi,” tutur Plt Kepala Disnakertrans Kubar.
Welsi menambahkan, keberhasilan Job Fair sangat bergantung pada keterlibatan dunia usaha. Karena itu, pihaknya mengajak perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, keuangan, perhotelan, penyediaan akomodasi, makanan dan minuman, serta sektor usaha lainnya untuk membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat menjadi solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Harapan kami, pencari kerja bisa memperoleh pekerjaan melalui lowongan yang dibuka perusahaan.
“Semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk bekerja. Pada akhirnya, pelayanan penempatan tenaga kerja menjadi lebih optimal dan penyerapan tenaga kerja lokal dapat terus meningkat,” pungkasnya. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)