By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialKutai TimurPemerintahan

Pentingnya 1.000 Hari Kehidupan untuk Masa Depan Anak di Kutim

Redaksi
By Redaksi
Published: Selasa, 12 November 2024
Share
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Bahrani. (Foto: Ist)
SHARE

Kutim, Sekala.id – Di tengah upaya memerangi stunting yang masih menjadi tantangan di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Diskes Kutim) menyoroti pentingnya periode 1.000 hari pertama kehidupan sebagai momen emas untuk memastikan tumbuh kembang anak.

Menurut Kepala Diskes Kutim, dr. Bahrani, 1.000 hari pertama kehidupan, yang mencakup 270 hari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, adalah waktu krusial untuk membangun fondasi kesehatan anak.

“Periode ini sangat menentukan. Jika kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sejak awal, risiko stunting bisa diminimalkan. Kita sedang berbicara soal masa depan generasi penerus kita,” ujar dr. Bahrani.

Berbagai program telah diluncurkan untuk menekan angka stunting di Kutim. Salah satunya adalah memastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup, serta mendukung bayi agar tumbuh sehat melalui asupan gizi yang seimbang.

Langkah lainnya adalah pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak. Pemerintah setempat terus mendorong penggunaan alat antropometri untuk mengukur tinggi dan berat badan bayi guna mendeteksi potensi stunting sejak dini.

“Kalau masalah terdeteksi lebih awal, kita bisa langsung melakukan intervensi. Jadi, tidak ada waktu yang terbuang,” tegasnya.

Bahrani mengungkapkan, angka stunting di Kaltim saat ini mulai menunjukkan tren penurunan. Namun, menurutnya, perjuangan belum selesai. Pembaruan data secara berkala menjadi langkah penting untuk mengevaluasi efektivitas program yang berjalan.

“Kita harus terus mengedukasi masyarakat, terutama para calon ibu, agar mereka sadar betapa pentingnya gizi di masa awal kehidupan anak. Anak-anak yang tumbuh sehat akan menjadi generasi yang unggul,” katanya optimistis.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam melawan stunting. Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Nutrisi yang kita berikan kepada anak hari ini adalah investasi masa depan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama,” tutup dr. Bahrani. (Jor/Mul/ADV/Pemkab Kutim)

TAGGED:1.000 Hari Pertama KehidupanDinkes Kutimdr. Bahrani
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Dukung Anak Daerah, Kutim Kirim Calon Dokter dan Perawat ke Universitas Mulawarman
Next Article Langkah Tegas Pemkab Kutim: Perda Pencegahan Kebakaran Resmi Disahkan

Berita Undas

Sengketa Lahan Berlarut-larut, Warga Kaltim Bakal “Ketuk Pintu Gubernur” Senin Ini
Sabtu, 16 Mei 2026
Membalas Megafon dengan Mawar, Cara Drupadi Baladika Redam Tensi Panas di Depan Kantor Gubernur Kaltim
Sabtu, 16 Mei 2026
Dongkrak Kualitas Kriya Kaltim, Dekranasda Gandeng Desainer Nasional Sasar Sentra Kerajinan
Kamis, 14 Mei 2026
Gratispol Belum Sempurna? Begini Analisis Zain Taufiq Nurrohman
Kamis, 14 Mei 2026
Bukan Bim Salabim, Pemprov Kaltim Janji Rombak Teknis Gratispol yang Dikeluhkan
Kamis, 14 Mei 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Meski Diguyur Hujan, Sebanyak Ratusan Anak Antusias Ikuti Simulasi Manasik Haji for Kids

3 Min Read
Advertorial

Semarak Ramadan di Tenggarong, Lorong Pasar Ramadan Penuh Warna

2 Min Read

Kaltim Targetkan Terapkan Kurikulum Merdeka di Seluruh SMA pada 2024, Siswa Bisa Pilih Mapel Sesuai Minat

3 Min Read
Advertorial

Pemkab Kukar Gelar FGD untuk Membangun Pendidikan Idaman

4 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?