By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Parkir Berlangganan Samarinda Jangan Hanya Kejar PAD, DPRD Soroti Kesiapan Sistem

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 15 Agustus 2026
Share
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Rencana parkir berlangganan di Samarinda memasuki persoalan yang lebih mendasar. Yakni bagaimana memastikan uang yang ditarik dari masyarakat benar-benar diikuti layanan parkir yang tertata. DPRD Samarinda menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus membenahi sistem di lapangan sebelum menjadikan program tersebut sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai parkir berlangganan memiliki peluang menjadi solusi untuk dua persoalan sekaligus, yakni penataan perparkiran dan peningkatan PAD. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari berapa besar penerimaan yang masuk ke kas daerah.

Menurut Deni, pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan sistem yang jelas sejak awal. Karena itu, penerapan parkir berlangganan tidak seharusnya dilakukan secara mendadak ataupun dengan pola yang berpotensi membebani warga.

“Ini satu langkah terobosan yang bagus. Hanya ini tidak serta-merta dilakukan pemaksaan,” ujar Deni, Jumat (14/8/2026).

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah skema pembayaran. Jika iuran harus dibayarkan sekaligus untuk masa satu tahun, sebagian masyarakat dinilai bisa mengalami kesulitan. Deni pun meminta pemerintah menyediakan mekanisme pembayaran yang lebih fleksibel.

Dia mengusulkan pembayaran dapat dilakukan setiap bulan, empat bulan sekali, atau enam bulan sekali. Menurutnya, pilihan tersebut dapat menjadi jalan tengah agar masyarakat bisa mengikuti program tanpa harus mengeluarkan biaya sekaligus dalam jumlah besar.

“Makanya tahapan ini harus kita ubah, misalnya dengan metode membayar per bulan atau empat bulan sekali atau enam bulan sekali,” katanya.

Pola tersebut juga dapat digunakan sebagai bagian dari masa transisi sebelum program diterapkan secara penuh pada 2027. Untuk menarik minat masyarakat, Pemkot Samarinda juga dapat memberikan potongan harga bagi warga yang lebih awal bergabung.

Namun, persoalan yang lebih penting berada di balik transaksi pembayaran. Deni meminta pemerintah memastikan kesiapan titik parkir, infrastruktur pendukung, hingga tata kelola juru parkir. Sebab, masyarakat tidak hanya membayar hak menggunakan fasilitas parkir, tetapi juga membutuhkan kepastian mengenai bagaimana layanan tersebut dikelola.

Juru parkir yang masuk dalam sistem juga harus dibina dan memiliki penempatan serta mekanisme kerja yang jelas. Dengan cara itu, program parkir berlangganan tidak berhenti sebagai perubahan metode pembayaran, melainkan menjadi bagian dari pembenahan tata kelola parkir di Samarinda.

Deni juga melihat teknologi dapat digunakan untuk memperkuat pengawasan. Ia meminta dinas terkait menyiapkan aplikasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui lokasi atau titik parkir sekaligus membantu pemerintah memantau pengelolaannya.

“Saya minta kepada dinas terkait, khususnya menyiapkan aplikasi. Jadi nanti teman-teman atau masyarakat semua punya aplikasinya. Jadi ketika ada, memantau di mana titik parkirnya, di situ ada semua,” ujarnya.

Bagi dewan, peningkatan PAD dari sektor parkir pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Pendapatan yang dikumpulkan pemerintah kota diharapkan dapat menopang pembangunan, bukan sekadar menjadi target penerimaan tahunan.

“Kita ingin bahwa nantinya di dalam menggali PAD ini betul-betul PAD yang memang harusnya dihasilkan oleh pemerintah kota untuk menunjang pembangunan, artinya kembali lagi kepada masyarakat. Poinnya itu,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:Deni Hakim AnwarDPRD Kota SamarindaParkir BerlanggananPemkot SamarindaPendapatan Asli Daerah
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Targetkan PAD Rp1,3 Triliun di Tengah Tekanan Efisiensi Anggaran
Next Article Samarinda Terang 2027 Mulai Menyasar Sutomo, Pahlawan, dan S. Parman

Berita Undas

Pekerja Informal di Samarinda Masih Rentan, DPRD Dorong Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Minggu, 23 Agustus 2026
Kemarau Belum Berakhir, Samarinda Diminta Waspadai Meluasnya Kebakaran Lahan
Minggu, 23 Agustus 2026
Debit Mahakam Menurun, Jasno Ingatkan Potensi Gangguan Air Bersih Samarinda
Minggu, 23 Agustus 2026
Pawai Pembangunan Samarinda Ditiadakan, Jasno Soroti Dampaknya bagi Masyarakat dan UMKM
Minggu, 23 Agustus 2026
Jasno: Ukuran Kemajuan Indonesia Bukan Sekadar Pembangunan, tapi Manfaat untuk Rakyat
Minggu, 23 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Politik

Alasan Rudy-Seno Pilih Angkot Sebagai Kendaraan Menuju KPU Kaltim

2 Min Read
Suasana Bimtek bertajuk “Kesiagaan dalam Menghadapi Kejahatan Insiden Siber dan Pengelolaan Audit Keamanan Informasi bagi Perangkat Daerah".
Advertorial

Diskominfo Kutim Siaga Hadapi Ancaman Siber, Gelar Bimtek untuk Perangkat Daerah

3 Min Read
Pemerintahan

Pemkot Samarinda, Satpol PP, dan Kejari Samarinda Musnahkan 1.405 Botol Miras dan 17 Senjata Tajam

2 Min Read
Samarinda

Insiden Viral di Mie Gacoan Picu Operasi Besar-Besaran Terhadap Jukir Liar di Samarinda

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?