Samarinda, Sekala.id – Spekulasi yang menyeret nama Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai aksi demonstrasi berjilid di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mendapat respons langsung. Di tengah narasi media sosial, Andi Harun memilih menegaskan satu hal: jangan biarkan ruang publik dipenuhi isu adu domba.
Pernyataan itu disampaikan Andi Harun setelah namanya ramai dikaitkan dengan aksi Aliansi Masyarakat Kaltim yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026). Berbagai unggahan di media sosial mencoba menghubungkan dinamika demonstrasi dengan dirinya, meski tanpa penjelasan maupun bukti yang jelas.
“Saya menghormati penyampaian aspirasi sebagai bagian dari demokrasi. Tetapi saya tegaskan, tidak ada hubungan ataupun komunikasi saya terkait aksi tersebut,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Alih-alih memperpanjang polemik, Andi Harun justru mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati menyikapi informasi yang beredar liar di media sosial. Menurutnya, situasi politik tidak boleh dimanfaatkan untuk menciptakan kecurigaan antarpihak.
Politikus Gerindra itu menilai spekulasi tanpa dasar hanya akan memperkeruh suasana dan mengganggu stabilitas daerah yang saat ini dibutuhkan untuk menjaga ritme pembangunan.
“Jangan membangun spekulasi dan jangan mudah terhasut oleh upaya adu domba,” katanya.
Di tengah munculnya tafsir politik atas demonstrasi tersebut, Andi Harun juga memastikan hubungannya dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, tetap berjalan baik. Ia menegaskan koordinasi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim tetap berlangsung profesional.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini bukan pada polemik politik, melainkan menjaga pelayanan publik dan memastikan agenda pembangunan tetap berjalan.
“Saya tetap fokus menjalankan amanah sebagai Wali Kota Samarinda, menjaga kondusivitas daerah, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal,” tegasnya. (Jor/El/Sekala)