By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
ParlemenSamarinda

Balikpapan Krisis Daya Tampung Sekolah, DPRD Kaltim Desak Pembangunan SMA dan SMK Baru

Redaksi
By Redaksi
Published: Selasa, 22 April 2025
Share
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Masalah daya tampung sekolah negeri di Kota Balikpapan kembali mencuat dalam rapat Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Senin (21/4/2025). Komisi IV menyoroti bahwa kapasitas sekolah negeri di Balikpapan hanya mampu menampung sekitar 51 persen siswa baru.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menyebut persoalan ini sebagai darurat layanan pendidikan yang harus segera direspons.

“Balikpapan Tengah sampai saat ini belum memiliki satu pun SMA atau SMK negeri. Kami mendorong agar pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) diprioritaskan tahun ini,” tegasnya.

Permintaan pembangunan dua SMA dan dua SMK sudah diajukan ke pemerintah provinsi melalui Wali Kota Balikpapan. Usulan ini diharapkan bisa menjawab krisis kapasitas yang selalu muncul tiap tahun saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sementara itu, kondisi di Samarinda berbanding terbalik. Daya tampung sekolah cukup, tetapi distribusi siswa timpang karena sebagian besar pelajar menumpuk di sekolah unggulan. Menurut Baba, hal ini menunjukkan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.

“Kalau semua sekolah berkualitas baik, siswa tidak perlu berebut masuk ke sekolah favorit,” ujarnya.

Di sisi lain, DPRD Kaltim memastikan bahwa program bantuan pendidikan GratisPol tetap dilanjutkan dan diperluas. Selain sekolah negeri dan swasta, pondok pesantren juga akan mendapat dukungan seragam, sepatu, dan tas—selama santri berstatus warga Kaltim.

Dari segi anggaran, sebanyak Rp750 miliar telah disiapkan untuk mendukung program pendidikan gratis ini, termasuk BOSDA dan bantuan mahasiswa S1-S2 melalui Biro Kesra.

“Kami juga sedang diskusikan apakah pendanaan diberikan langsung ke sekolah atau melalui dinas. Yang pasti, pendidikan tetap jadi prioritas kami,” tutup Baba. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:BabaDisdikbud KaltimDPRD Kaltim
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Tenggarong Kebut Wajah Baru, Bupati Edi: Pelaku Usaha Harus Jaga Estetika
Next Article Kepanikan Dini Hari di Sungai Kerbau, Mobil Menerobos Permukiman, Rusak Puluhan Kendaraan dan Rumah Warga

Berita Undas

Sarifah Suraidah Buktikan Komitmen Sosial, Rumah Maria Mercedes Kini Siap Ditempati
Sabtu, 6 Juni 2026
DPRD Samarinda Soroti ASN yang Hanya Mengejar Absensi, Bukan Kinerja
Jumat, 5 Juni 2026
DPRD Soroti Potensi Miliaran Rupiah PAD Reklame yang Tersendat Urusan Izin
Jumat, 5 Juni 2026
Dari PBG hingga Dishub, Pengusaha Reklame Samarinda Keluhkan Rantai Izin yang Terlalu Panjang
Jumat, 5 Juni 2026
​Skandal Batu Bara Ilegal CV ABI: Kejati Kaltim Jebloskan Oknum ASN Kementerian ESDM dan Pihak Swasta ke Penjara
Kamis, 4 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Pemkab Mahulu Apresiasi Rencana Pembangunan Jalan Long Bagun-Long Boh

2 Min Read
Pemerintahan

Wawali Tegaskan Stunting Bukan Disebabkan Faktor Keturunan

2 Min Read
Advertorial

Bersepeda di Kaltim: Dari Tren Santai Menuju Budaya Sehat yang Berkelanjutan

2 Min Read
Konferensi pers penangkapan WEP alias Iwan (47), seorang residivis yang kembali terlibat dalam kasus peredaran uang palsu di Kota Samarinda.
Hukum & Kriminal

Residivis Uang Palsu Kembali Ditangkap, Bermodal dan Printer, Modus Beli Barang di Warung Kecil

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?