Samarinda, Sekala.id – Persoalan infrastruktur di kawasan permukiman masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Tepian. Mulai dari lampu jalan yang minim hingga drainase yang tersumbat saat hujan deras, sejumlah keluhan tersebut disampaikan warga kepada anggota DPRD Samarinda, Arie Wibowo, dalam kegiatan reses. Masyarakat juga meminta program pemberdayaan ekonomi yang dapat membuka peluang usaha di lingkungan mereka.
Keluhan mengenai kondisi jalan yang gelap pada malam hari menjadi salah satu aspirasi yang mendapat perhatian Arie. Warga menilai, keterbatasan penerangan di gang-gang permukiman tidak hanya mengurangi kenyamanan saat beraktivitas, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan keamanan lingkungan.
Minimnya lampu jalan membuat aktivitas masyarakat pada malam hari terasa kurang aman. Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan sekaligus membuka peluang terjadinya tindak kejahatan.
Arie mengatakan, persoalan penerangan jalan cukup banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses. Menurutnya, kebutuhan tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari.
“Warga menginginkan lingkungan yang lebih terang pada malam hari. Selain mengurangi risiko kecelakaan, penerangan yang memadai juga penting untuk menjaga keamanan di sekitar tempat tinggal mereka,” ujar Arie, Kamis (22/10/2026).
Menanggapi keluhan itu, Arie menyatakan akan membawa aspirasi masyarakat ke dalam pembahasan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Dia juga akan mendorong koordinasi dengan dinas terkait agar kebutuhan penerangan di kawasan permukiman dapat ditangani sesuai skala prioritas.
Baginya, aspirasi warga tidak cukup hanya dicatat. Setiap usulan perlu diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan pembahasan pembangunan agar dapat dipertimbangkan dalam program pemerintah daerah.
Selain penerangan jalan, persoalan drainase turut menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan saluran air yang kerap tersumbat ketika hujan deras. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap infrastruktur lingkungan yang berfungsi menunjang aktivitas sehari-hari.
Drainase yang tidak berfungsi optimal dapat menghambat aliran air dan mengganggu kenyamanan warga. Karena itu, masyarakat berharap persoalan saluran air turut masuk dalam agenda penanganan infrastruktur permukiman.
Aspirasi lain yang disampaikan berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Warga mengharapkan program pemberdayaan yang mampu membuka kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Beragam usulan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pembangunan di tingkat masyarakat tidak selalu berkaitan dengan proyek besar. Fasilitas dasar seperti lampu jalan dan drainase, serta dukungan terhadap aktivitas ekonomi, juga menjadi bagian penting dari kebutuhan warga.
Arie menegaskan, seluruh aspirasi yang diterimanya akan menjadi bahan untuk memperjuangkan prioritas pembangunan di Samarinda. Penanganannya, kata dia, membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kota dan perangkat daerah yang memiliki kewenangan di masing-masing bidang.
“Setiap masukan warga akan kami tampung dan perjuangkan. Untuk penerangan jalan, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait supaya kebutuhan masyarakat ini bisa ditindaklanjuti sesuai prioritas,” tutupnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)