Samarinda, Sekala.id – Penambahan area pembuangan sampah di Samarinda dinilai perlu diikuti perubahan pola pengelolaan sampah. Tanpa upaya mengurangi sampah sejak dari rumah tangga, pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) baru dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah, menilai rencana pembangunan TPA Sambutan Zona 3 pada 2027 mendatang harus jadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan penambahan zona pembuangan untuk mengatasi persoalan sampah yang kian bertambah. Sebab, kapasitas TPA memiliki batas, sementara kebutuhan lahan baru berpotensi menjadi persoalan tersendiri.
“Ketika TPA Zona 3 nanti penuh lagi, apakah harus selalu menyiapkan Zona 4 lagi? Lalu di mana lokasinya, apakah buat baru atau mengelola area sekitar Sambutan? Saya yakin penyelesaian sampah tidak bisa melulu dengan membangun TPA baru,” kata Andriansyah, Rabu (28/10/2026).
Untuk melihat kondisi di lapangan, Komisi III DPRD Samarinda berencana meninjau TPA Sambutan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Peninjauan itu diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk merumuskan strategi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Andriansyah menekankan, pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama melalui kebiasaan memilah sampah di rumah tangga. Langkah tersebut dinilai dapat menekan volume sampah yang berakhir di TPA.
Dia mengungkapkan, upaya pemilahan sudah mulai dilakukan bersama warga di daerah pemilihannya. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu diperluas melalui koordinasi dan sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Selain itu, dewan turut menyoroti keberadaan bank sampah. Dari 130 unit yang tercatat di Samarinda, hanya 90 yang masih aktif, sedangkan 40 lainnya membutuhkan pendampingan.
Pemerintah diminta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pengelola agar fasilitas tersebut kembali berfungsi. Andriansyah juga berharap bank sampah baru terus bermunculan untuk memperluas keterlibatan masyarakat.
“Ada sekitar 40 bank sampah yang harus kita dampingi dan cari tahu masalahnya. Syukur-syukur setiap bulan ada bank sampah baru yang berdiri, karena peran bank sampah ini sangat membantu menekan volume sampah dari hulu,” pungkasnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)