Samarinda, Sekala.id – Komisi II DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program Dinas Perikanan dan Peternakan hingga pertengahan tahun anggaran 2026. Pasalnya, capaian realisasi kegiatan dinilai menunjukkan progres yang baik sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang bergerak di sektor perikanan.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan realisasi fisik program telah mencapai sekitar 47,5 persen, sedangkan realisasi keuangan berada di kisaran 42 persen. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan pelaksanaan program yang berjalan sesuai rencana.
“Secara umum pelaksanaannya bagus. Realisasi fisik sudah sekitar 47,5 persen dan realisasi keuangannya mencapai 42 persen. Artinya, kinerja dinas cukup baik hingga pertengahan tahun,” ujar Iswandi, Kamis (25/6/2026).
Dia menegaskan, keberhasilan sebuah program tidak semata diukur dari besarnya serapan anggaran. Yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Iswandi menilai sebagian besar kegiatan yang dijalankan Dinas Perikanan dan Peternakan memang menyasar kebutuhan riil para nelayan dan pembudidaya ikan, seperti bantuan sarana produksi hingga dukungan pakan untuk budidaya.
“Program-program mereka banyak yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bantuan alat produksi dan pakan budidaya,” katanya.
Meski memberikan apresiasi, Komisi II juga menyoroti usulan pagu anggaran Dinas Perikanan dan Peternakan pada 2027 yang mengalami penurunan, dari sekitar Rp14,7 miliar menjadi Rp12,9 miliar.
Menurut Iswandi, DPRD akan menelusuri rincian anggaran yang dipangkas untuk memastikan pengurangan tersebut tidak mengganggu program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami akan melihat pos anggaran mana yang dikurangi. Kalau ternyata yang dipangkas justru program yang langsung menyentuh masyarakat, tentu akan menjadi perhatian kami,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Komisi II juga mengapresiasi pembangunan fasilitas cold storage yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor perikanan di Samarinda. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga mutu hasil tangkapan nelayan, memperpanjang masa simpan ikan, sekaligus meningkatkan nilai jual produk perikanan.
“Bagi kami bukan soal besar atau kecil anggarannya. Yang terpenting adalah manfaatnya. Kalau anggarannya kecil tetapi dampaknya besar bagi masyarakat, itu jauh lebih baik daripada anggaran besar tetapi tidak memberikan hasil yang nyata,” pungkas Iswandi. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)