Kutai Barat, Sekala.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Barat (Kubar) menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal rencana pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Keberadaan Lapas tersebut dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat banyak warga binaan asal Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang saat ini menjalani pembinaan di Lapas Tenggarong maupun Samarinda.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kubar, Ridwai saat menghadiri audiensi dan silaturahmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) bersama Pemkab Kubar di Aula Setda Kantor Bupati, Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (2/7/2026).
Menurut Ridwai, keberadaan Lapas dan Rutan di Kubar akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya keluarga warga binaan yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Tenggarong maupun Samarinda untuk menjenguk anggota keluarganya.
Ia mengungkapkan, DPRD Kutai Barat telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Kalimantan Timur ( Kaltim).
Dan dari hasil kunjungan tersebut diketahui cukup banyak warga binaan yang berasal dari Kabupaten Kubar dan Kabupaten Mahulu.
“Selama ini kami sudah beberapa kali mengunjungi lapas di Tenggarong dan Samarinda. Ternyata banyak warga binaan berasal dari Kubar dan Mahulu. Keluarga mereka tentu ingin berkunjung, tetapi terkendala biaya perjalanan dan penginapan,” terang Ridwai.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa pembangunan Lapas di Kubar perlu segera direalisasikan. Selain memudahkan keluarga warga binaan melakukan kunjungan, keberadaan fasilitas pemasyarakatan di daerah juga akan meningkatkan efektivitas pelayanan serta mendukung sistem pembinaan yang lebih baik.
Ridwai menegaskan DPRD Kubar siap memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi lembaga legislatif, baik dalam aspek pengawasan maupun pembahasan kebijakan dan anggaran apabila nantinya diperlukan.
“Pada prinsipnya kami dari DPRD siap membantu sesuai tugas dan fungsi kami. Jika berkaitan dengan anggaran maupun hal lainnya, tentu akan kami bahas bersama pemerintah. Harapan kami, kebutuhan penting bagi masyarakat seperti ini dapat diakomodasi dan segera diwujudkan,” tegas Ridwai
Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan Anggota DPRD Kubar, Sadli. Ia mengatakan, berdasarkan hasil dialog DPRD dengan warga binaan dan keluarga mereka saat berkunjung ke Lapas Tenggarong, persoalan yang paling sering disampaikan bukanlah mengenai fasilitas yang mewah, melainkan sulitnya akses transportasi menuju lokasi lapas.

“Banyak keluarga harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya baik. Bahkan, di beberapa titik mereka masih harus menggunakan transportasi lanjutan untuk mencapai lokasi, sehingga biaya dan waktu perjalanan menjadi semakin besar,”ucap Sadli
Mereka tidak meminta yang muluk-muluk. Harapan mereka hanya tersedianya akses transportasi yang lebih layak agar keluarga lebih mudah menjenguk warga binaan.
“Pembangunan Lapas di Kabupaten Kubar akan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Selain memangkas jarak tempuh dan mengurangi beban biaya keluarga warga binaan, keberadaan Lapas juga akan memberikan kemudahan bagi aparat penegak hukum dalam proses koordinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan,” urainya.
Sadli berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan DPRD dapat mempercepat realisasi pembangunan Lapas di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Fasilitas tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan hukum dan pembinaan warga binaan di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” pungkasnya. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)