By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Bukan Bim Salabim, Pemprov Kaltim Janji Rombak Teknis Gratispol yang Dikeluhkan

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 14 Mei 2026
Share
Rusman Ya'qub (Foto: Ist)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Program beasiswa Gratispol yang digagas duet Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud-Seno Aji, berada dalam sorotan tajam. Di satu sisi, program ini dipuji sebagai terobosan besar bagi pendidikan tinggi, namun di sisi lain, tumpukan kendala teknis mulai memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Menanggapi dinamika tersebut, Tenaga Ahli Gubernur Kaltim, Rusman Yaqub, menegaskan bahwa esensi dari Gratispol jauh lebih besar daripada sekadar urusan administratif. Mantan Anggota DPRD Kaltim ini pasang badan dan menyatakan bahwa program ini tidak layak untuk dihentikan, melainkan harus terus disempurnakan.

Menurut Rusman, perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat saat ini mayoritas masih berkutat pada wilayah teknis penyaluran dan persyaratan administrasi yang dianggap kaku. Meski begitu, ia menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam sebuah kebijakan publik berskala besar.

“Yang kami amati dan lihat di kalangan masyarakat adalah perdebatan teknis. Jadi mari kita lihat esensinya, tujuan utama Gratispol ini sangat bagus dan final. Semua publik sangat menghendaki adanya program ini,” tegas Rusman.

Dia menambahkan bahwa pemerintah provinsi sangat menyadari adanya kekurangan dalam implementasi di lapangan. Rusman menjamin bahwa Gubernur Kaltim sangat terbuka terhadap masukan, terutama mengenai batasan usia dan kerumitan berkas yang banyak dikeluhkan. Dia menekankan bahwa sebuah program tidak bisa langsung sempurna sejak diluncurkan.

“Semua itu dinamis, tidak ada yang instan seperti bim salabim atau semudah membalikkan telapak tangan. Program ini akan terus berubah ke arah yang lebih baik. Kami bersama Pak Gubernur siap menerima koreksi. Ayo bersama-sama memberikan masukan demi kebaikan ke depan,” tegasnya.

Sejalan dengan upaya pembenahan tersebut, gerak cepat juga ditunjukkan dari sisi realisasi anggaran. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, membeberkan data terbaru mengenai pencairan beasiswa tersebut. Hingga pertengahan Maret 2026, pemerintah tercatat telah menyalurkan dana dalam dua tahap.

Dasmiah merincikan, pada tahap kedua yang cair pada 17 Maret 2026 lalu, sebanyak 27.548 mahasiswa di 51 perguruan tinggi telah menerima manfaat dengan nilai anggaran mencapai Rp117,55 miliar. Jika digabungkan dengan tahap pertama pada Februari 2026, maka total anggaran yang sudah dikucurkan menembus angka Rp220,65 miliar untuk 48.676 mahasiswa.

Target besar pun telah dipatok untuk sepanjang tahun 2026. Pemerintah Provinsi Kaltim memproyeksikan program ini mampu menjangkau hingga 158.981 mahasiswa dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp1,377 triliun.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa komitmen anggaran yang jumbo ini adalah bentuk nyata dari visi membangun sumber daya manusia di Bumi Etam. Baginya, hambatan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk memangkas jatah sektor pendidikan.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin lebih banyak anak-anak Kaltim bisa berkuliah tanpa kendala biaya. Pencairan dana yang telah masuk ke kampus ini diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa, sekaligus memastikan keberlanjutan pendidikan tinggi di Kaltim,” pungkas Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut. (Kal/El/Sekala)

TAGGED:DasmiahGratispolGubernur KaltimRudy Mas'udRusman YaqubSeno AjiWakil Gubernur Kaltim
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Rusman Yaqub: Jangan Sampai Kaltim Hanya Jadi Halaman Belakang IKN
Next Article Gratispol Belum Sempurna? Begini Analisis Zain Taufiq Nurrohman

Berita Undas

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Kawasan Pergudangan Sutami: Jangan Tunggu Jalan Rusak Lagi
Rabu, 7 Oktober 2026
Suparno Minta Pencegahan Stunting Tak Berhenti di Paket Susu, Harus Dikawal sampai RT
Rabu, 7 Oktober 2026
Banjir Sambutan-Selili Tak Cukup Diatasi dengan Drainase, DPRD Usul Kolam Retensi
Rabu, 7 Oktober 2026
DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Samarinda

Dishub Samarinda Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Pangeran Suryanata Selama Dua Minggu

2 Min Read
Advertorial

Safari Ramadan Mempererat Jalinan Sosial dan Spiritual di Tenggarong Seberang

2 Min Read
Politik

KPU RI Bersiap untuk PSU di Kaltim: Kunjungan Idham Holik Jamin Kesiapan

2 Min Read
Advertorial

Forum Perangkat Daerah Bahas Sinkronisasi Indikator dan Prioritas RKPD 2026 Mahulu

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?