Samarinda, Sekala.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kalimantan Timur (Dekranasda Kaltim) bergerak cepat memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional. Tidak tanggung-tanggung, pembinaan para perajin kini melibatkan sentuhan tangan dingin desainer kondang guna memastikan produk Bumi Etam naik kelas.
Ketua Dekranasda Kaltim, Syarifah Suraidah, memimpin langsung kunjungan ke sejumlah titik strategis pada Senin (11/5/2026). Mulai dari Rumah Tenun Rahma/Dina di Samarinda Seberang, Manika Kaltim, hingga berakhir di Pokan Taqak, Tenggarong.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Syarifah menekankan bahwa identitas budaya harus beriringan dengan kualitas industri agar produk lokal tak hanya jadi pajangan, tapi juga primadona pasar.
”Produk kriya daerah harus memiliki kualitas baik sekaligus identitas budaya yang kuat supaya mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegas Syarifah di sela kunjungannya.
Dalam dialog bersama para perajin, aspek teknis seperti kualitas bahan baku, inovasi desain, hingga teknik pewarnaan menjadi sorotan utama. Syarifah menilai, perajin Kaltim perlu lebih jeli membaca tren pasar tanpa menghilangkan nilai tradisi.
Untuk memacu hal tersebut, Dekranasda memboyong perancang busana nasional, Musa Widyatmodjo. Kehadiran Musa diharapkan menjadi acuan bagi pelaku usaha kriya dalam menetapkan standar kualitas yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan industri kreatif global.
Selain aspek produksi, Dekranasda Kaltim juga fokus pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor. Syarifah mengajak masyarakat untuk lebih menghargai produk lokal sebagai bentuk apresiasi atas proses kreatif yang panjang.
“Hargai hasil karya perajin kita. Setiap produk adalah buah dari ketekunan tinggi. Sektor kriya bukan hanya soal ekonomi, tapi tentang menjaga warisan budaya tetap hidup,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Anggota Dekranasda Kaltim yang juga figur publik Samarinda, Lilis Latif, menyebut kehadiran rombongan ini memberi energi baru bagi para perajin, khususnya di Kampung Tenun Samarinda. Menurut Lilis, pendekatan persuasif yang dilakukan Syarifah Suraidah dengan terjun langsung menyapa warga terbukti efektif membakar semangat para penenun.
“Beliau lebih banyak berkeliling dan menyapa langsung. Pesannya jelas, para penenun harus terus berkembang dan inovatif dalam berkarya,” pungkas Lilis. (Kal/El/Sekala)