By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Salah Masuk Desil, Warga Miskin Berisiko Kehilangan Bansos, DPRD Samarinda Minta Pendataan Diperketat

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 3 Agustus 2026
Share
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Kesalahan dalam mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat dinilai masih menjadi persoalan serius di Samarinda. Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengingatkan bahwa kekeliruan penempatan warga dalam sistem desil dapat berujung pada hilangnya akses terhadap berbagai program bantuan sosial.

Samri mengungkapkan, masih ditemukan warga yang secara ekonomi layak masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 4, tetapi justru tercatat sebagai Desil 5. Akibatnya, mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk menerima sejumlah program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan pangan.

“Pendataan harus benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Jangan sampai ada warga yang sebenarnya berhak menerima bantuan justru tidak mendapatkannya,” ujar Samri, Sabtu (1/8/2026).

Dia menjelaskan, sistem desil membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok. Desil 1 merupakan kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah, sedangkan Desil 10 ditempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Sistem ini menjadi acuan pemerintah dalam menentukan sasaran penerima berbagai bantuan.

Karena itu, menurut Samri, kesalahan sekecil apa pun dalam proses pendataan dapat berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai proses sensus yang saat ini berlangsung harus mengedepankan ketelitian, bukan sekadar mengejar penyelesaian administrasi.
Menurut dia, proses verifikasi juga tidak cukup hanya mengandalkan keterangan yang diberikan warga. Petugas harus memastikan seluruh data yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di lapangan agar tidak terjadi salah klasifikasi.

Untuk memperkuat validitas data, Samri meminta ketua RT dilibatkan secara aktif dalam proses pendataan. Ia menilai RT merupakan pihak yang paling memahami perubahan kondisi ekonomi warganya sehingga dapat membantu memastikan informasi yang dihimpun lebih akurat.

“Ketua RT lebih memahami kondisi sosial dan ekonomi warganya. Karena itu, keterlibatan mereka sangat penting agar hasil pendataan menjadi lebih valid,” katanya.

Selain itu, Samri mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, pembaruan data kesejahteraan harus dilakukan secara berkala agar basis data penerima bantuan tetap relevan dan mencerminkan kondisi terkini.

Baginya, data yang akurat merupakan fondasi utama bagi pemerintah dalam menjalankan program perlindungan sosial secara adil dan tepat sasaran. Dia berharap seluruh petugas sensus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab agar tidak ada warga yang kehilangan hak hanya karena kesalahan pendataan.

“Data tidak boleh dibuat asal-asalan. Kalau datanya akurat, penyaluran bantuan juga akan lebih tepat sasaran,” tutup Samri. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaSamri Shaputra
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Buka Ruang Publik untuk Matangkan Raperda Pariwisata, Libatkan Akademisi hingga Pelaku Usaha
Next Article Suparno Soroti Maraknya Anak SD Berkacamata, Dukung Pembatasan Media Sosial demi Tekan Dampak Gadget

Berita Undas

Suparno Soroti Maraknya Anak SD Berkacamata, Dukung Pembatasan Media Sosial demi Tekan Dampak Gadget
Sabtu, 8 Agustus 2026
Salah Masuk Desil, Warga Miskin Berisiko Kehilangan Bansos, DPRD Samarinda Minta Pendataan Diperketat
Sabtu, 8 Agustus 2026
DPRD Samarinda Buka Ruang Publik untuk Matangkan Raperda Pariwisata, Libatkan Akademisi hingga Pelaku Usaha
Sabtu, 8 Agustus 2026
Lima Bulan Tanpa Laporan IPAL, Komisi III DPRD Samarinda Ancam Sidak Ulang Mie Gacoan
Kamis, 6 Agustus 2026
DPRD Desak Pemkot Benahi Folder Air Hitam, Abdul Rohim: Parkir hingga Jogging Track Perlu Perhatian
Rabu, 5 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Rantau Pulung Gelar Deklarasi Damai, Pjs Bupati Kutim Tekankan Netralitas ASN

3 Min Read

Borneo FC Tutup TC di Yogyakarta dengan Laga Uji Coba Melawan Persis Solo U-20

1 Min Read
Advertorial

Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Loa Ipuh

2 Min Read
Advertorial

DPRD Samarinda Dukung Parkir Berlangganan, Minta Pembayaran Bisa Dicicil

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?