By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Disparitas Harga BBM Dinilai Jadi Pemicu Antrean SPBU di Samarinda

Redaksi
By Redaksi
Published: Sabtu, 25 Juli 2026
Share
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahronnny Pasie.
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Antrean kendaraan kembali mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Samarinda. DPRD Kota Samarinda menilai fenomena tersebut tidak lepas dari meningkatnya perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar, sementara kuota BBM bersubsidi tetap tidak mengalami penambahan.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan kondisi itu membuat permintaan Pertalite terus meningkat. Namun, pasokan yang diterima Samarinda masih mengacu pada kuota lama yang ditetapkan pemerintah pusat.

Menurut Novan, harga Pertalite yang berada di kisaran Rp10 ribu per liter jauh lebih ekonomis dibanding Pertamax yang telah mencapai Rp16.650 per liter di Kalimantan Timur (Kaltim). Perbedaan harga sebesar Rp6.650 per liter dinilai menjadi alasan utama pengguna kendaraan beralih menggunakan BBM bersubsidi.

“Peralihan penggunaan itu yang sekarang terjadi. Masyarakat yang sebelumnya memakai Pertamax memilih Pertalite, sementara kuota yang diberikan dari pusat tidak pernah bertambah. Dari tingkat nasional dibagi ke Kaltim hingga Samarinda, angkanya tetap,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Dia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab antrean panjang yang belakangan kembali terlihat di berbagai SPBU di Kota Tepian. Tanpa penyesuaian kuota, lonjakan konsumsi Pertalite dinilai sulit diantisipasi.

Selain persoalan kuota, Novan juga menyoroti dugaan praktik pengetapan BBM subsidi yang kemudian dijual kembali secara eceran. Menurutnya, aktivitas tersebut harus menjadi perhatian serius karena bertentangan dengan ketentuan distribusi BBM.

Dia meminta Pertamina memperketat pengawasan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindak praktik penjualan BBM di luar jalur resmi.

“Penjualan BBM di luar SPBU atau depo resmi Pertamina pada dasarnya tidak diperbolehkan. Karena itu perlu ada langkah tegas agar distribusi BBM subsidi tetap sesuai aturan,” katanya.

Komisi IV DPRD Samarinda berharap persoalan antrean tidak dibiarkan berlarut-larut. Selain menghambat masyarakat memperoleh BBM, antrean kendaraan juga kerap memicu kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU.

DPRD mendorong Pertamina bersama Pemerintah Kota Samarinda segera membahas solusi yang dapat diterapkan, baik terkait pengawasan distribusi maupun upaya menjaga ketersediaan BBM bersubsidi agar antrean panjang tidak terus berulang. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:BBMDPRD Kota SamarindaMohammad Novan Syahronny PasieSPBU
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Soroti Kebutuhan Anggaran Diskominfo, Digitalisasi Dinilai Tak Bisa Setengah Hati
Next Article APBD Samarinda 2027 Naik Tipis, DPRD Pastikan Tak Ada Anggaran Disusun Terlalu Optimistis

Berita Undas

Gunung Steling Dilirik Pemkot Samarinda, Pengelolaan Wisata Berbasis Masyarakat Disiapkan
Minggu, 25 Oktober 2026
Pemanggilan PLN Tak Ubah Kondisi Listrik Samarinda, Abdul Rohim Minta APH Turun Tangan
Minggu, 25 Oktober 2026
Teras Samarinda II Diproyeksi Tampung 14 UMKM, Kualitas Produk Jadi Perhatian
Minggu, 25 Oktober 2026
ISPA Melonjak di Tengah Karhutla Samarinda, 12.819 Kasus dalam Sebulan
Kamis, 22 Oktober 2026
Karhutla Kaltim Berulang, DPRD Soroti Pengawasan Lahan dan Kesiapan Pemprov
Kamis, 22 Oktober 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Memperkuat ASN Kutai Timur: Bimtek DPPKB Jadi Kunci Peningkatan Kinerja

3 Min Read
Politik

Menghindari Calon Tunggal, KPU Samarinda Beri Waktu Tambahan Pendaftaran

2 Min Read
Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Pemerintahan

Dampak Program Makan Bergizi Gratis: Pedagang Kantin Sekolah Terhimpit, Pemkot Cari Solusi

1 Min Read
Advertorial

Sarapan Wajib, Jajanan Diawasi: SDN 03 Loa Kulu Jadi Role Model Program UKS

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?