Samarinda, Sekala.id – DPRD Samarinda mengingatkan agar program yang dijalankan Dinas Perdagangan (Disdag) tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dan capaian pendapatan daerah. Program yang disusun harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama para pedagang yang menjadi tulang punggung aktivitas perdagangan di Kota Tepian.
Sorotan itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, usai rapat dengar pendapat bersama Dinas Perdagangan terkait realisasi kegiatan dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan rencana program tahun 2027.
Menurut Viktor, evaluasi terhadap kinerja Disdag masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dikaji lebih mendalam. Banyaknya data dan indikator yang harus ditelaah membuat pembahasan dalam satu kali rapat dinilai belum cukup untuk memberikan gambaran menyeluruh.
“Masih banyak hal yang perlu didalami. Kalau seluruh data dibahas secara rinci, tentu tidak cukup hanya dalam satu atau dua jam,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Politikus Partai Demokrat itu menegaskan, ukuran keberhasilan Disdag tidak bisa hanya dilihat dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dikumpulkan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan program yang dijalankan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan serta mendukung perkembangan usaha masyarakat.
Dia menilai perhatian terhadap pedagang tradisional menjadi semakin penting di tengah ketatnya persaingan dengan sektor perdagangan modern. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi pembinaan agar pelaku usaha lokal tidak semakin terdesak.
“Persaingan antara perdagangan tradisional dan modern semakin ketat. Karena itu fungsi pembinaan dari dinas harus benar-benar berjalan,” katanya.
Dalam pembahasan realisasi program triwulan kedua, Viktor mengakui sejumlah kegiatan telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Namun, ia juga menemukan beberapa program yang tingkat realisasinya masih rendah dan perlu mendapatkan perhatian khusus.
Menurutnya, capaian yang belum optimal harus dievaluasi lebih lanjut agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran.
“Yang sudah berjalan baik tentu perlu dipertahankan. Tetapi yang masih rendah harus dipelajari penyebabnya supaya target yang direncanakan bisa tercapai,” ujarnya.
Viktor juga menyoroti sektor pasar tradisional yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan. Ia menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, mulai dari pengelolaan hingga peningkatan daya saing pedagang.
Meski demikian, dia optimistis berbagai persoalan tersebut dapat diatasi apabila ada keterbukaan dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat.
“PR sektor pasar masih banyak. Tapi saya optimistis bisa diselesaikan jika semua pihak terbuka dan memiliki komitmen yang sama. DPRD akan terus memberikan dukungan agar program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)