Samarinda, Sekala.id – Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan Teras Samarinda masih menjadi sorotan. Sepanjang 2025, kawasan publik yang dikelola Perumda Varia Niaga itu baru menyumbang sekitar Rp500 juta ke kas daerah.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai angka tersebut belum mencerminkan potensi ekonomi yang dimiliki Teras Samarinda. Kawasan di tepian Sungai Mahakam itu dinilai memiliki posisi strategis dan tingkat kunjungan yang tinggi, sehingga semestinya mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar bagi daerah.
Menurut Helmi, keberadaan Teras Samarinda tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang menarik investasi dan menciptakan peluang usaha.
“Kita akan lihat sejauh mana fasilitas di sana selama dikelola pihak ketiga. Kalau prospeknya bagus, maka akan berdampak pada nilai investasi yang masuk ke Samarinda meningkat,” ujar Helmi, Selasa (2/6/2026).
Politikus Gerindra itu mendorong Perumda Varia Niaga melakukan evaluasi terhadap pola pengelolaan yang selama ini diterapkan. Dia menilai tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut harus mampu dikonversi menjadi sumber pendapatan yang lebih optimal bagi pemerintah daerah.
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, menyebut capaian PAD saat ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi awal pengelolaan Teras Samarinda yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Pada fase awal operasional, kata dia, perusahaan daerah belum memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan fungsi bisnis secara maksimal. Saat itu, sumber pemasukan masih terbatas, sementara jumlah pengunjung juga belum sebanyak sekarang.
“Kami belum bisa menjalankan fungsi bisnis secara penuh di awal. Pendapatan hanya dari parkir dan pengunjung juga belum ramai,” jelasnya.
Syamsuddin mengatakan perkembangan mulai terlihat sejak pertengahan 2025 setelah sejumlah upaya optimalisasi dilakukan. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan eks SPBU yang kini dikembangkan menjadi Teluk Lerong Space (TLS), sebuah ruang aktivitas baru yang mulai menarik kunjungan masyarakat.
Selain itu, Teras Samarinda juga semakin sering menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Meski demikian, sebagian pendapatan yang diperoleh saat ini masih digunakan untuk menopang kebutuhan operasional dan pengembangan kawasan. Karena itu, kontribusi yang disetorkan ke PAD belum bisa maksimal.
Syamsuddin optimistis nilai kontribusi Teras Samarinda terhadap pendapatan daerah akan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas usaha, investasi, dan agenda kegiatan yang digelar di kawasan tersebut.
“Teras Samarinda ini masih dalam tahap pengembangan. Kami optimistis seiring bertambahnya aktivitas usaha dan event yang masuk, kontribusinya terhadap PAD akan semakin meningkat ke depan,” tutupnya. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)