Samarinda, Sekala.id – Lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan tuberkulosis (TB) di Samarinda kembali memantik perhatian DPRD Kota Samarinda. Komisi IV kini mendorong percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan HIV dan TB yang sempat mandek sejak dua tahun terakhir.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, mengatakan pembahasan rancangan aturan itu tengah dipacu dengan mengumpulkan berbagai masukan dari sejumlah pihak. Salah satu yang dilibatkan ialah Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Menurut Riska, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat substansi aturan, terutama menyangkut pola pendanaan hingga strategi pencegahan yang selama ini dinilai belum maksimal.
“Masukan dan saran dari berbagai pihak sedang kami kumpulkan untuk dimasukkan dalam Perda nanti. Salah satu poin penting adalah mekanisme pendanaan dan penguatan sosialisasi pencegahan HIV maupun TB,” ujar Riska, Jumat (8/5/2026).
Politikus Riska Wahyuningsih itu menyebut gagasan pembentukan regulasi sebenarnya sudah muncul sejak 2023. Namun, proses pembahasannya terhenti tanpa kejelasan lanjutan.
Kini, pada periode DPRD yang baru, Komisi IV kembali memasukkan pembentukan Perda HIV dan TB sebagai agenda prioritas. Mereka menilai situasi di Samarinda sudah cukup mendesak untuk memiliki payung hukum yang lebih kuat dalam menangani dua penyakit tersebut.
“Tingginya kasus TB dan HIV di Samarinda membuat regulasi ini harus segera dihadirkan,” katanya.
Bagi DPRD, keberadaan Perda tidak hanya menjadi dasar hukum penanganan penyakit, tetapi juga membuka ruang penguatan program kesehatan daerah. Mulai dari pencegahan, penanganan pasien, hingga jaminan dukungan anggaran disebut membutuhkan regulasi yang lebih jelas.
Riska berharap pembentukan aturan itu nantinya tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar menjadi instrumen untuk menekan penyebaran HIV dan TB di Kota Tepian.
“Harapannya tentu bisa membantu menanggulangi persoalan yang terjadi,” tutupnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)