Samarinda, Sekala.id – Dorongan evaluasi terhadap kinerja Perumda Varia Niaga menguat. DPRD Kota Samarinda menilai model bisnis yang diterapkan di kawasan Teras Samarinda belum mampu mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengungkapkan bahwa sejumlah unit usaha strategis seperti kafe hingga wahana wisata, tidak sepenuhnya berada di bawah kendali perusahaan daerah. Akibatnya, porsi keuntungan yang diterima dinilai terlalu kecil.
Dalam laporan yang diterima DPRD, kontribusi Varia Niaga terhadap PAD hanya berada di kisaran Rp500 juta. Angka itu jauh dari harapan legislatif.
“Masih sangat kecil dibanding potensi yang ada,” ujar Rohim, Rabu (29/4/2026).
Dia menjelaskan, skema kerja sama yang berjalan saat ini hanya memberikan porsi bagi hasil sekitar 10 persen kepada Varia Niaga. Menurutnya, angka tersebut tidak sebanding dengan nilai ekonomi kawasan Teras Samarinda yang terus berkembang.
Rohim menilai ketergantungan pada pihak ketiga justru menghambat optimalisasi pendapatan daerah. Dia mendorong agar Varia Niaga mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan usaha.
“Kalau dikelola sendiri, potensi keuntungannya bisa jauh lebih besar,” katanya.
Dia juga menyinggung kemungkinan adanya persoalan dalam tata kelola usaha yang membuat kontribusi PAD tidak maksimal. Evaluasi menyeluruh dinilai perlu dilakukan.
Sebagai langkah awal, Dewan berencana memanggil manajemen Varia Niaga untuk meminta penjelasan terkait skema kerja sama tersebut. Klarifikasi itu diharapkan menjadi dasar perumusan model bisnis yang lebih menguntungkan bagi daerah.
“Kita akan panggil untuk klarifikasi. Kita ingin tahu alasannya dan memastikan ke depan bisa lebih optimal,” tutupnya. (Jor/El/ADV/DPRD Samarinda)