Samarinda, Sekala.id – Banjir yang terus menghantui warga Samarinda bakal segera ditangani serius. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berencana membangun kolam retensi seluas 12 hektare di kawasan Damanhuri sebagai solusi strategis untuk mengendalikan air saat hujan deras mengguyur.
Langkah ini tak main-main. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim dan Wali Kota Samarinda telah turun langsung meninjau lokasi yang kerap terendam banjir.
“Kami melihat langsung kondisi Damanhuri yang jadi titik langganan banjir. Solusi jangka panjang harus segera diterapkan,” kata Muzakkir.
Muzakkir menegaskan, lahan yang akan digunakan untuk kolam retensi merupakan aset milik Pemprov Kaltim. Dengan begitu, proses pembangunannya harus sesuai regulasi yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Pemprov Kaltim berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan kota, terutama dalam pengendalian banjir. Tapi, semua harus berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Apalagi, pengelolaan aset daerah menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Jor/El/Sekala)