Samarinda, Sekala.id – Ramainya kunjungan wisata belum tentu berdampak besar bagi perekonomian daerah jika tidak diikuti aktivitas belanja dan tumbuhnya usaha masyarakat. Karena itu, DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota mengembangkan pariwisata dengan orientasi yang lebih luas, yakni meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada mendatangkan pengunjung. Pemerintah juga perlu memastikan aktivitas wisata mampu menciptakan perputaran uang di dalam kota, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Viktor, Samarinda memiliki sejumlah potensi yang dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tersebut. Wisata susur Sungai Mahakam, wisata religi, dan wisata kuliner merupakan beberapa daya tarik yang bisa dikembangkan lebih serius agar memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
“Potensi wisata Samarinda sebenarnya beragam. Ada susur Sungai Mahakam, wisata religi, dan kuliner yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Jika pengelolaannya lebih optimal, sektor ini berpeluang menambah sumber PAD,” ujar Viktor Yuan, Senin (19/10/2026).
Dia menilai, potensi tersebut perlu diikuti langkah konkret dari pemerintah kota. Pembenahan pengelolaan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik wisatawan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya tarik pariwisata Samarinda.
Namun, peningkatan jumlah kunjungan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Viktor menekankan pentingnya melihat manfaat ekonomi yang diterima masyarakat dari setiap aktivitas wisata. Pengunjung yang datang diharapkan tidak sekadar menikmati destinasi, tetapi juga menggunakan jasa dan membeli produk yang ditawarkan pelaku usaha setempat.
Menurut dia, pola pengembangan seperti itu dapat menciptakan efek berganda atau multiplier effect. Uang yang dibelanjakan wisatawan berpotensi mengalir ke berbagai sektor usaha, sehingga manfaat pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada pengelola objek wisata.
“Jangan sampai kita hanya melihat angka kunjungan. Yang lebih penting, apakah wisatawan ikut menggerakkan ekonomi lokal dengan berbelanja, menikmati kuliner, atau menginap di Samarinda. Kalau aktivitas itu tumbuh, UMKM juga bisa memperoleh manfaat,” jelasnya.
Pandangan tersebut menempatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata. Meningkatnya kunjungan wisatawan akan lebih berarti bagi perekonomian apabila diikuti permintaan terhadap produk dan jasa yang disediakan masyarakat.
Selain membuka peluang pendapatan bagi pelaku UMKM, aktivitas wisata juga berpotensi memberikan ruang bagi usaha kuliner, penyedia penginapan, dan sektor ekonomi kreatif untuk berkembang. Dengan demikian, pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi yang manfaatnya menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Di sisi lain, Viktor melihat sektor pariwisata sebagai salah satu peluang untuk memperluas sumber penerimaan daerah, terutama ketika pemerintah menghadapi keterbatasan ruang fiskal. Pengelolaan destinasi yang lebih terarah diharapkan mampu menyatukan kepentingan peningkatan PAD dan penguatan ekonomi warga.
Karena itu, ia meminta agar orientasi pengembangan pariwisata tidak berhenti pada promosi destinasi atau peningkatan angka kunjungan. Pemerintah perlu memperhatikan sejauh mana sektor tersebut menciptakan kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pariwisata harus memberikan hasil yang bisa dirasakan bersama. Pemerintah mendapatkan tambahan PAD, sementara masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan. Kedua manfaat itu perlu berjalan beriringan,” pungkas Viktor. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)