Kutai Barat, Sekala.id – Upacara Adat Geratuq merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Barat ke-26 Tahun 2025. Kegiatan adat yang sarat makna tersebut yang sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan berkat dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, menghadiri dan mengikuti rangkaian upacara Pemotongan Hewan (Kerbau) yang dilaksanakan di Taman Budaya Sendawar (TBS) pada Kamis (6/11/2025).
Kehadiran Bupati Kubar didampingi, ibunda tercinta Ibu Lucia Mayo, Ketua Tim Penggerak PKK Kubar Maria Christina Mozes, Sekda Ayonius, Asisten dan Kepala OPD Serta Forkopimda.
Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Yurang, dalam sambutannya menjelaskan, pelaksanaan Geratuq bertujuan untuk memperbaiki dan mengawal pemerintahan yang terbentuk agar selalu berada dalam lindungan serta bimbingan leluhur.
“Tujuan utama dari upacara ini adalah menjaga keamanan dan perlindungan, mengedepankan nilai-nilai adat di Bumi Sendawar. Serta memohon kepada leluhur agar Bupati dan Wakil Bupati senantiasa diberi kesehatan lahir dan batin dalam memimpin pemerintahan demi kemakmuran masyarakat,” ungkap Ketua PDA.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya upacara adat tersebut.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat yang penuh makna ini untuk melaksanakan Upacara Adat Geratuq atau Pemotongan Kerbau sebagai bagian dari peringatan Dahau Sendawar ke-26,” ucap Frederick Edwin.
Selanjutnya , Bupati juga menegaskan, bahwa Upacara Adat Geratuq merupakan salah satu warisan budaya luhur yang penuh nilai spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur. Melalui prosesi ini, masyarakat memanjatkan doa sebagai ungkapan terima kasih atas berkat, rezeki, serta perlindungan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Kabupaten yang kita cintai ini.
“Tradisi Geratuq menjadi lambang persatuan dan gotong royong, yang mengajarkan kita untuk mempererat hubungan antarwarga, menjaga keharmonisan dengan alam, serta menghormati para leluhur yang telah lebih dahulu menjaga tanah ini,” terang Bupati Kubar.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presidium Dewan Adat, seluruh panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam peringatan HUT Kutai Barat, pungkasnya. (Btr/Sekala/Adv)