By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Tugu Pesut Mahakam: Kontroversi Desain dan Komitmen Pemkot Samarinda dalam Penataan Kota

Redaksi
By Redaksi
Published: Jumat, 3 Januari 2025
Share
Ikon Baru Tugu Pesut Mahakam, di Simpang Lembuswana Kota Samarinda.
Ikon Baru Tugu Pesut Mahakam, di Simpang Lembuswana Kota Samarinda. (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Sebuah tugu berkelir merah berdiri di Simpang Empat Mall Lembuswana, menghadirkan bentuk abstrak yang memancing rasa penasaran. Tugu Pesut Mahakam, nama yang disematkan, tak butuh waktu lama untuk menjadi perbincangan. Namun, bukan hanya pujian yang datang, melainkan juga kritik.

Dengan biaya Rp1,1 miliar, tugu ini diharapkan menjadi simbol Pesut Mahakam, mamalia khas Sungai Mahakam yang terancam punah. Namun, bagi sebagian warga, harapan itu tak terwujud sepenuhnya. Desainnya yang abstrak justru dianggap terlalu sulit dipahami.

“Mana pesutnya? Saya malah bingung ini bentuk apa,” keluh seorang warganet.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa seni memang tak selalu harus berbicara dengan jelas.

“Desain ini adalah interpretasi pesut, bukan replika. Seni itu soal perspektif, dan kami menghormati berbagai pandangan,” ujar Andi Harun, pada Jumat (3/1/2025).

Tugu ini, kata Andi, bukan sekadar hiasan kota. Ia adalah bagian dari visi besar pemerintah untuk mempercantik Samarinda dan memperkuat identitasnya. Lokasinya yang berada di salah satu simpul tersibuk kota juga dipilih dengan perhitungan matang.

“Kami ingin ikon ini menjadi titik pengingat akan pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan,” tambahnya.

Namun, suara kritis tak bisa diabaikan. Sejumlah warga mempertanyakan urgensi proyek ini, mengingat masih banyak persoalan lain seperti banjir dan jalan rusak yang belum terselesaikan.

Andi Harun menanggapi kritik itu dengan bijak. Ia menyebut bahwa setiap pembangunan pasti akan memancing opini beragam.

“Kami menerima masukan dengan tangan terbuka. Kritik ini adalah motivasi untuk terus memperbaiki tata kelola kami,” ujarnya.

Di balik kontroversi ini, sejumlah program lain pemerintah kota justru menuai apresiasi. Revitalisasi Pasar Pagi, penataan trotoar, dan proyek pengendalian banjir menjadi contoh langkah nyata pemerintah mempercantik kota.

“Tugu ini hanya salah satu dari sekian banyak upaya kami. Jangan dilihat dari satu sisi saja,” ujar Andi. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Andi HarunTugu Pesut MahakamWali Kota Samarinda
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Ikon Baru Tugu Pesut Mahakam, di Simpang Lembuswana Kota Samarinda. Tugu Pesut Mahakam, Perpaduan Seni dan Kepedulian Lingkungan
Next Article Peringatan HAB ke-79 Kemenag yang digelar di MTsN Samarinda, Jalan. Harmonika, pada Jumat (3/1/2025) Samarinda Cetuskan Solusi Harmoni Lewat Pendidikan Agama di HAB ke-79

Berita Undas

Penertiban Anjal Samarinda Dinilai Tak Cukup, DPRD Dorong Pembinaan dan Pengawasan Berkelanjutan
Minggu, 23 Agustus 2026
DPRD Samarinda Ingatkan Rumah Sakit, Pasien Berhak Tahu Berapa Lama Harus Menunggu
Minggu, 23 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Armada Sampah Menua, Peremajaan Diusulkan Masuk APBD 2027
Minggu, 23 Agustus 2026
DPRD Samarinda Dorong Relokasi Warga dari Kawasan Rawan Bencana Masuk Perda
Minggu, 23 Agustus 2026
DPRD Samarinda Mulai Hitung Risiko Jika Bankeu Kaltim Dihentikan pada 2027
Minggu, 23 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Sekda Stephanus Madang, membuka Pembelajaran Tatap Muka 4 Pendidikan Guru Penggerak Daerah Khusus Angkatan 10, di Balai Adat Ujoh Bilang. Rabu (23/10/24)
Advertorial

Sekda Mahulu Resmi Buka Program Guru Penggerak, Menuju Transformasi Pendidikan di Daerah Khusus

2 Min Read
Advertorial

Bupati Kubar Tinjau Puskesmas Gunung Rampah, Minta Kontraktor Perbaiki Kerusakan

1 Min Read
Pemerintahan

Andi Harun Dorong Samarinda Utara Jadi Pintu Gerbang Kota dengan Program Probebaya 2024

3 Min Read
Polresta Samarinda Menggelar Konfrensi Pers Tindak Pidana Narkotika.
Hukum & Kriminal

Polresta Samarinda Ungkap Jaringan Narkotika yang Libatkan Narapidana, Sita Uang Hasil Kejahatan Rp863 Juta

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?