By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
ParlemenSamarinda

Transparansi dan Dukungan Dana Pendidikan: Tantangan dan Solusi untuk Sekolah di Samarinda

Redaksi
By Redaksi
Published: Kamis, 8 Agustus 2024
Share
Ketua Komisi lV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Dalam Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, menyoroti isu transparansi dan kendala pengadaan buku pendidikan di Samarinda. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (7/8/2024), Puji menjelaskan bahwa alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terbatas menjadi hambatan utama.

Ia mencatat bahwa dana BOS yang hanya dialokasikan maksimal 15 persen untuk pembelian buku tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan buku yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Sebagai contoh, untuk sekolah dengan 300 siswa, anggaran yang ada hanya mencukupi untuk membeli satu atau dua buku per siswa. Ini jauh dari jumlah yang ideal,” katanya.

Puji Astuti juga mengkritik perubahan kurikulum yang kerap terjadi, dari KTSP hingga Kurikulum Merdeka, yang mengakibatkan ketidaksesuaian dalam pengadaan buku.

“Saat ini, kelas 1 hingga 3 menggunakan Kurikulum Merdeka, sedangkan kelas 4 dan 5 masih menggunakan kurikulum lama. Ini menambah kompleksitas dalam pengadaan buku,” ujarnya.

Selain itu, Puji Astuti menyoroti minimnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan dana BOS dan perlunya transparansi dalam pengelolaannya.

“Dana dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) sering kali tidak jelas penggunaannya. Sekolah-sekolah perlu meningkatkan transparansi dalam melaporkan pengelolaan dana ini,” tegasnya.

Puji Astuti berharap agar DPR RI dapat memberikan fleksibilitas lebih dalam penggunaan dana pendidikan, mengingat perbedaan kemampuan keuangan daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran pendidikan yang memadai.

“Dengan APBD Samarinda sebesar Rp 5,7 triliun rupiah dan anggaran pendidikan sekitar Rp 960 miliar rupiah, di mana Rp 660 miliar di antaranya untuk gaji dan tunjangan guru, jelas terlihat masih kurangnya dana untuk pengadaan buku dan kebutuhan pendidikan lainnya,” paparnya.

Sebagai solusi, Puji Astuti mengusulkan beberapa langkah, termasuk peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan kerjasama antara pemerintah kota dengan pihak swasta melalui nota kesepahaman.

“Dana BOSDA saat ini Rp 240 ribu per anak per tahun untuk SD dan Rp 480 ribu per anak per tahun untuk SMP, sebaiknya ditingkatkan menjadi Rp 1 juta atau Rp 500 ribu per anak per tahun,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda ini juga mendorong pemerintah kota untuk berkolaborasi dengan pihak swasta dan orang tua melalui komite sekolah.

“Dengan kesepakatan yang baik antara sekolah dan orang tua, kami berharap kebutuhan literasi anak-anak dapat terpenuhi,” tutupnya. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Dana BOSDana PendidikanDPRD Kota SamaridaRapat ParipurnaSri Puji Astuti
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Popularitas Andi Harun Melonjak, Sinergi dan Kolaborasi Menjadi Kunci Kemenangan di Pemilihan Wali Kota Samarinda?
Next Article Kebakaran Hebat Meluluhlantakkan 12 Rumah di Samarinda

Berita Undas

Data Sampah Samarinda Masih Berantakan, DPRD Desak Aplikasi BISA Segera Diluncurkan
Rabu, 3 Juni 2026
Tagihan Rp400 Miliar Belum Lunas, DPRD Samarinda Minta Pemkot Dahulukan Kontraktor Kecil
Rabu, 3 Juni 2026
PAD Teras Samarinda Baru Rp500 Juta, DPRD Minta Pengelolaan Dimaksimalkan
Rabu, 3 Juni 2026
Fraksi Golkar Kaltim Hadiri Paripurna Hak Angket, Datang Bukan Berarti Mendukung
Selasa, 2 Juni 2026
Pancasila Jadi Modal Sosial, Arie Wibowo Ajak Warga Bersatu Bangun Samarinda
Selasa, 2 Juni 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Dispora Kaltim Gelar Event Olahraga untuk Tingkatkan Minat Masyarakat

2 Min Read
Kultur

Kemeriahan Kirab Budaya EBIFF 2024, Kaltim Jadi Panggung Global untuk Keragaman Budaya

3 Min Read
Pemerintahan

Citra Niaga akan Tampil Beda dengan Motif Ulap Doyo’, Wali Kota: Ini untuk Melestarikan Identitas Lokal

2 Min Read
Advertorial

Kemiskinan Ekstrem, Sani: Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemkot Samarinda, Tapi Juga Provinsi dan Nasional

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?