Samarinda, Sekala.id – Paket susu bernutrisi yang disalurkan kepada balita di Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, dinilai baru menjadi bagian awal dari upaya mencegah stunting. Anggota DPRD Samarinda Suparno mendorong agar intervensi gizi dilanjutkan dengan edukasi keluarga dan pengawasan program hingga tingkat RT.
Pencegahan stunting, menurut Suparno, tidak bisa diselesaikan hanya dengan memastikan anak mendapat bantuan makanan. Persoalan gizi harus ditangani dari lingkungan terdekat anak, mulai dari keluarga hingga pelayanan dasar di tingkat kelurahan dan RT.
Anggota DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua DPD PAN Samarinda itu mengatakan, pemenuhan asupan gizi sejak masa pertumbuhan merupakan salah satu fondasi penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang.
Sebab, dampak stunting tidak berhenti pada persoalan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, hingga produktivitas seseorang ketika dewasa.
“Kalau bicara stunting, dampaknya bukan hanya soal pertumbuhan fisik. Perkembangan kognitif, kesehatan, sampai produktivitas anak ketika dewasa juga bisa terdampak,” kata Suparno, Selasa (6/10/2026).
Atas dasar itu, ia menilai bantuan susu bernutrisi yang diberikan kepada balita di Selili perlu dipandang sebagai bagian dari intervensi yang lebih luas. Ia membuka peluang agar dukungan serupa dapat ditambah pada tahap selanjutnya.
Bentuk bantuan juga tidak harus selalu berupa susu. Menurut Suparno, makanan tambahan dengan kandungan gizi yang dibutuhkan anak dapat menjadi opsi untuk membantu memperbaiki pemenuhan nutrisi.
“Bantuan ini merupakan langkah awal. Ke depan, tentu bisa kita lihat lagi kebutuhannya, apakah perlu ditambah dengan makanan tambahan untuk mendukung perbaikan gizi anak,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak akan selesai hanya dengan membagikan bantuan pangan. Edukasi kepada keluarga harus berjalan bersamaan agar orang tua memahami pentingnya pemenuhan gizi anak. Selain itu, pelayanan Posyandu, sanitasi dan akses terhadap air bersih juga disebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pencegahan stunting.
Karena itu, Suparno memastikan Fraksi PAN DPRD Samarinda akan ikut mengawasi agar program pencegahan stunting yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah.
“Yang penting bukan hanya programnya ada, tetapi pelaksanaannya harus sampai ke kelurahan dan RT. Fraksi PAN akan ikut memantau agar program wajib pencegahan stunting itu berjalan,” tegasnya.
Dia berharap pengawasan tersebut dapat berjalan bersama keterlibatan masyarakat. Menurutnya, keluarga, pemerintah dan kelompok masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran masing-masing dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak usia dini.
“Jangan kita biarkan persoalan ini hanya menjadi urusan pemerintah. Kita harus saling membantu dan saling mengingatkan supaya stunting bisa dicegah bersama,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan Selili, Ririn Sri Handini, mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada balita.
Menurut Ririn, bantuan bahan pangan bernutrisi bukan hanya membantu kebutuhan anak. Kehadiran program tersebut juga dapat menjadi pemicu meningkatnya perhatian orang tua terhadap pemenuhan gizi dalam keluarga.
“Terima kasih banyak atas bantuan ini. Selain membantu kebutuhan anak, bantuan ini juga bisa mendorong warga semakin sadar bahwa pemenuhan gizi anak memang harus menjadi perhatian bersama,” ucap Ririn. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)