Samarinda, Sekala.id – Halaman Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bergemuruh pada Senin (4/5/2026) malam. Ribuan massa yang tergabung dalam Aksi 214 Jilid II akhirnya bernapas lega setelah tuntutan mereka terkait penggunaan hak angket resmi diterima oleh parlemen.
Kabar kemenangan tersebut disampaikan langsung oleh Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Kamarul Azwan, di atas mobil komando.
“Teman-teman, tuntutan hak angket diterima!” seru Kamarul yang seketika memicu ledakan sorak-sorai dari massa yang telah bertahan sejak sore hari.
Pantauan di lapangan, massa mulai memadati area Karang Paci, sebutan kantor DPRD Kaltim, sejak pukul 15.30 Wita. Meski matahari meredup, tensi semangat demonstran tidak kendur. Mereka bahkan memantau jalannya rapat internal dewan melalui tayangan live streaming di videotron yang difasilitasi Humas DPRD Kaltim.
Kamarul menegaskan bahwa perjuangan belum usai. Ia meminta seluruh elemen massa untuk tetap merapatkan barisan hingga proses politik di legislatif benar-benar tuntas.
“Kita akan kawal hak angket ini sampai paripurna, sampai kita menang!” tegasnya di hadapan ribuan peserta aksi.
Meski diikuti ribuan orang, aksi ini tergolong sangat kondusif. Menjelang malam, suasana yang semula tegang berubah menjadi reflektif. Massa menggelar aksi simbolik dengan menyalakan lilin sebagai bentuk penjagaan terhadap demokrasi di Bumi Etam.
“Inilah sesungguhnya marwah Kaltim. Kita buktikan bahwa kita adalah penjaga marwah Kaltim yang sesungguhnya,” ujar salah satu koordinator lapangan di tengah pendar cahaya lilin.
Momen syahdu sempat tercipta saat lagu “Tanah Airku” berkumandang, disusul kehadiran Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. Kedatangan Reza di tengah kerumunan massa dipandang sebagai langkah responsif parlemen dalam menjemput aspirasi publik.
Tepat pukul 22.10 Wita, setelah memastikan tuntutan mereka diakomodasi, massa mulai membubarkan diri. Lagu perlawanan “Buruh Tani” mengiringi langkah pulang mereka meninggalkan Jalan Teuku Umar.
Aparat gabungan dari kepolisian dan Forkopimda Samarinda yang bersiaga sejak siang memberikan apresiasi atas sikap kooperatif massa. Tidak ada insiden bentrokan maupun kerusakan fasilitas umum dalam aksi besar ini.
“Kita semua tentu bahagia. Tuntutan hak angket diterima dan aksi tidak berakhir chaos,” tutup salah satu juru lapangan sebelum meninggalkan lokasi. (Kal/El/Sekala)