By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
PemerintahanSamarinda

Kaltim Targetkan Terapkan Kurikulum Merdeka di Seluruh SMA pada 2024, Siswa Bisa Pilih Mapel Sesuai Minat

Redaksi
By Redaksi
Published: Selasa, 27 Juni 2023
Share
SHARE

Samarinda, Klausa.co – Kurikulum Merdeka ditargetkan akan diterapkan di seluruh sekolah menengah atas (SMA) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2024. Dengan kurikulum ini, siswa bisa memilih mata pelajaran (mapel) yang sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim melalui Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian SMA Atik. Menurutnya, ada tiga tahap kemandirian dalam Kurikulum Merdeka, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.

“Kita harap semua SMA di Kaltim masuk pada fase F. Artinya, tahun ini yang di kelas 11 itu sudah masuk di Mandiri Berubah,” katanya beberapa waktu lalu.

Atik menjelaskan, Kurikulum Merdeka berbeda dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2013. Salah satu perbedaannya adalah tidak ada lagi penjurusan. Siswa bisa memilih dari 19 mapel yang tersedia.

“Minimal di dalam sekolah itu menyediakan 7 mapel pilihan, itu bedanya dengan Kurikulum 2013. Intinya sekarang ini tidak ada lagi sistem penjurusan,” ujarnya.

Meski siswa dibebaskan memilih mapel, Kurikulum Merdeka ini bukan bermaksud agar para siswa semau-maunya ketika belajar. Justru, tujuan Kurikulum Merdeka adalah mendukung siswa agar belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. Kurikulum ini mirip dengan sistem perkuliahan, namun tanpa menggunakan satuan kredit semester (SKS).

“Kurikulum Merdeka itu mendegradasi yang namanya jurusan, dulu kan ada IPA, IPS dan Bahasa. Sekarang sudah enggak ada lagi, diganti dengan pemilihan mapel sesuai minat siswa. Tidak ada penjurusan sampai kelas 12. Jadi perguruan tinggi pun juga menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka,” paparnya.

Untuk mempersiapkan guru-guru di setiap mapel, Atik mengatakan bahwa Disdikbud Provinsi Kaltim akan melakukan pelatihan. Selain itu, sekolah juga harus menyesuaikan dengan kemampuan, potensi dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Iya pasti. Kalau untuk pemenuhan itu konteks menyesuaikan dengan kemampuan sekolah, potensi sekolah dan ketersediaan SDM di situ. Nah otomatis ketika sekolah menyediakan tujuh mapel wajib, itu pasti sudah ada gurunya,” tegasnya.

Saat ini, ada sebelas sekolah yang sudah masuk ke tahap Mandiri Berbagi. Sekolah-sekolah ini merupakan program sekolah penggerak.

“Kami harapkan sekolah yang belum ke tahap Mandiri Berbagi bisa ke fase Mandiri Berubah dulu,” harapnya.

“Soalnya tahun lalu itu kan masih ada Mandiri Belajar, ada sekitar 17 sekolah. Nah tahun ini semoga sudah masuk semua ke Kurikulum Merdeka,” sambungnya. (Apr/Fch/Klausa)

TAGGED:Atik SulistyowatiDisdikbud KaltimKTSPKurikulum Merdeka
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Edukasi Pemotongan Hewan Kurban, Pemprov Kaltim Pastikan Penyembelihan Sesuai Syariat Islam
Next Article AN 2023: Rapor Pendidikan untuk Evaluasi dan Perencanaan Tepat Sasaran

Berita Undas

Meski Diguyur Hujan, Sebanyak Ratusan Anak Antusias Ikuti Simulasi Manasik Haji for Kids
Kamis, 20 November 2025
Pemkab Kutai Barat Gelar Pasar Murah, Wujud Dari Komitmen Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kamis, 20 November 2025
Festival Budaya Tanjung Isuy Akan di Laksanakan Mulai Tanggal 24 hingga 26 November 2025
Kamis, 20 November 2025
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat, Tobi Rikardo Terpilih Secara Aklamasi
Jumat, 21 November 2025
Penyerahan Dokumen KRB dan RPB 2025 Jadi Langkah Penting Memperkuat Kebijakan Penanggulangan Bencana di Kubar
Kamis, 20 November 2025

Berita yang mungkin kamu sukai

Advertorial

Combine Harverster, Hadiah Seno Aji untuk Petani Desa Manunggal Daya

2 Min Read
Politik

Menjaga Integritas Pilkada 2024, Peran Media dan Ancaman Mahar Politik

2 Min Read
Samarinda

Ratusan Mahasiswa Unmul Tolak IPI, Pertanyakan Persetujuan Kemendikbud

2 Min Read
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin
Advertorial

Pembangunan Gedung Serbaguna dan Fasilitas Olahraga di Desa Sebulu Modern Masih Terkendala

1 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?