By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Header
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Samarinda

Kader Hijau Muhammadiyah Samarinda Desak Keadilan Ekologi

Redaksi
By Redaksi
Published: Senin, 16 Desember 2024
Share
Diskusi dalam Festival Ibu Bumi Menggugat.
Diskusi dalam Festival Ibu Bumi Menggugat. (Foto: Sekala)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Isu lingkungan kembali menjadi sorotan dalam gelaran Festival Ibu Bumi Menggugat yang diselenggarakan oleh Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) di Samarinda, Minggu (15/12/2024). Dengan mengusung tema “Ta’awun untuk Keadilan Ekologi”, acara ini menjadi wadah bagi berbagai kalangan untuk berdiskusi dan berkreasi dalam rangka mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Dialog yang menghadirkan para pembicara dari berbagai latar belakang, seperti aktivis lingkungan, perwakilan organisasi pemuda, hingga jurnalis, berhasil menyedot perhatian peserta. Mereka membahas beragam persoalan lingkungan yang mendesak, mulai dari pertambangan yang tidak berkelanjutan hingga dampak perubahan iklim.

“Acara ini merupakan kelanjutan dari roadshow kami di beberapa daerah lain,” ungkap Aidil, Ketua Panitia. “Kami ingin membuka ruang dialog bagi anggota Muhammadiyah untuk memahami lebih dalam tentang isu-isu lingkungan dan keputusan-keputusan yang diambil oleh pimpinan pusat,” tambahnya.

Menariknya, Aidil juga menyoroti adanya perbedaan pandangan di internal Muhammadiyah terkait pengelolaan sumber daya alam, khususnya pertambangan. Ia berharap melalui kegiatan ini, para anggota dapat memiliki pemahaman yang lebih kritis dan turut serta mengawal setiap kebijakan yang diambil.

“Kami ingin mendorong anggota Muhammadiyah untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor perubahan,” tegas Aidil.

Selain dialog, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, seperti tari, puisi, dan musik. Hal ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak hanya menjadi bahan diskusi serius, tetapi juga bisa disampaikan melalui bahasa seni yang lebih populer.

Partisipasi aktif dari pemuda, khususnya anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), juga menjadi salah satu sorotan dalam acara ini. Adinda Rahmadhani, perwakilan PW IPM Kaltim, mengungkapkan pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga lingkungan. Kami harus mulai dari diri sendiri dan mengajak orang-orang di sekitar kita untuk turut serta dalam aksi nyata,” ujarnya.

Meskipun semangat para peserta sangat tinggi, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya mewujudkan keadilan ekologi. Salah satu tantangan utama adalah adanya kepentingan ekonomi yang seringkali bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Namun demikian, para peserta tetap optimis. Mereka berharap melalui kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan akan terus meningkat. Selain itu, mereka juga berharap pemerintah dan pihak swasta dapat bekerja sama untuk mencari solusi yang berkelanjutan bagi permasalahan lingkungan. (Jor/El/Sekala)

TAGGED:Festival Ibu Bumi MenggugatKader Hijau Muhammadiyah
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Perbaikan Jalan di beberapa Titik Kota Samarinda. Samarinda Hadapi Tantangan Drainase: Kemacetan Jadi Bayaran untuk Kenyamanan Masa Depan
Next Article Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, ketika menyampaikan sambutan. (Foto: Sekala) Natalius Pigai: Media, Penjaga Cahaya Demokrasi dan Pilar Hak Asasi Manusia

Berita Undas

Indibiz Borneo Tawarkan Promo Internet Bisnis Mulai Rp300 Ribuan, Bidik UMKM Kalimantan
Selasa, 27 Januari 2026
Meski Diguyur Hujan, Sebanyak Ratusan Anak Antusias Ikuti Simulasi Manasik Haji for Kids
Kamis, 20 November 2025
Pemkab Kutai Barat Gelar Pasar Murah, Wujud Dari Komitmen Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kamis, 20 November 2025
Festival Budaya Tanjung Isuy Akan di Laksanakan Mulai Tanggal 24 hingga 26 November 2025
Kamis, 20 November 2025
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kutai Barat, Tobi Rikardo Terpilih Secara Aklamasi
Jumat, 21 November 2025

Berita yang mungkin kamu sukai

Pemerintahan

Wajib Tes Narkoba, Calon Siswa SMA/SMK di Kaltim Harus Buktikan Diri Bebas Napza

2 Min Read
Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua II DPRD Kaltim
Parlemen

Setelah Insiden Berulang, DPRD Kaltim Desak Evaluasi Total Pengawasan Sungai Mahakam

2 Min Read

Nanda Moeis Ajak Warga Manfaatkan Perda Bantuan Hukum, Ini Syarat dan Caranya

4 Min Read
Advertorial

Membangun Keolahragaan di Kaltim dengan UU Keolahragaan Baru

2 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?