Kutai Barat, Sekala.id – Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning menjadi momentum memperkuat moderasi beragama, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, Bupati Kubar Frederick Edwin, Anggota DPR RI Syarifah Suraidah Harum, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim Abdul Khaliq, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta ratusan santri dan masyarakat.
Dalam paparannya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan sebagai modal utama mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Indonesia merupakan lukisan Tuhan yang begitu indah. Karena itu, mari kita jaga bersama dan jangan biarkan ada yang merusaknya dengan perpecahan,” ucap Menag.
Ia menilai tingginya Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia pada periode 2025–2026 menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu hidup berdampingan dalam suasana yang damai meskipun memiliki latar belakang yang beragam.

“Dan keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah yang harus dirawat bersama,” bebernya.
Selain itu, Nasaruddin menegaskan bahwa pesantren dan rumah ibadah memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, tempat ibadah harus menjadi ruang yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan memperkuat persaudaraan antarsesama.
“Seluruh anak bangsa adalah saudara. Rumah ibadah harus menjadi tempat yang memberi manfaat dan menghadirkan kasih sayang bagi semua,” tegas Nasaruddin Umar.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan Kaltim merupakan contoh nyata daerah yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menyebut Kabupaten Kubar sebagai salah satu wilayah yang berhasil merawat toleransi melalui semangat gotong royong dan saling menghargai.
“Keberagaman yang kita miliki justru menjadi kekuatan. Di Kubat masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan terus menjaga kebersamaan,” pungkas Rudy Mas’ud.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus mendukung berbagai program yang mendorong penguatan toleransi antarumat beragama, termasuk memberikan penghargaan kepada para penjaga rumah ibadah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga kerukunan. (Btr/ADV/Diskominfo Kubar)