By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sekala.id
  • Nasional
  • Daerah
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Kutai Barat
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lainnya
    • Pemerintahan
    • Parlemen
    • Advertorial
    • Kultur
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Inspirasi
Sekala.idSekala.id
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Search
  • Nasional
  • Daerah
    • Balikpapan
    • Bontang
    • Kutai Kartanegara
    • Samarinda
    • Kutai Barat
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Parlemen
  • Kultur
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Inspirasi
  • Advertorial
  • Hiburan
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
AdvertorialParlemenSamarinda

Banjir Sambutan-Selili Tak Cukup Diatasi dengan Drainase, DPRD Usul Kolam Retensi

Redaksi
By Redaksi
Published: Rabu, 7 Oktober 2026
Share
Kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno bersama warga Kelurahan Selili dan Sambutan, Samarinda.(Ist)
SHARE

Samarinda, Sekala.id – Persoalan banjir di kawasan Sambutan dan Selili dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbesar drainase. Anggota DPRD Samarinda Suparno mendorong penanganan aliran air secara menyeluruh, termasuk mengkaji pembangunan folder atau kolam retensi untuk menahan limpasan sebelum mengalirkannya ke Sungai Mahakam.

Usulan tersebut mencuat setelah warga Selili dan Sambutan menyampaikan keluhan mengenai banjir saat hujan deras dalam agenda reses Suparno bersama masyarakat. Warga mengungkap, persoalan luapan air masih menjadi ancaman ketika curah hujan meningkat. Air dari saluran dapat meluber dan masuk ke kawasan permukiman.

Madi salah satunya, warga Selili RT 23 itu mengatakan, kondisi tersebut belum terlihat saat kemarau. Namun, berdasar pengalaman sebelumnya menunjukkan hujan deras dapat dengan cepat memicu genangan.

“Sekarang memang masih aman karena kemarau. Tapi kalau hujan, air selalu meluber dan membuat banjir,” kata Madi, Selasa (6/10/2026).

Keluhan itu kemudian mendapat perhatian Suparno. Menurut dia, kapasitas drainase menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi. Sejumlah drainase di ruas jalan utama memang telah mengalami pelebaran, tetapi pekerjaan tersebut belum menyentuh seluruh saluran di lingkungan permukiman.

“Untuk di gang-gang belum. Masih bertahap. Mudahan tahun depan bisa direalisasikan,” ujar Suparno.

Namun, pelebaran drainase di jalan lingkungan juga memiliki persoalan tersendiri. Suparno menyebut ukuran jalan di kawasan permukiman sudah terbatas. Karena itu, pembangunan drainase tidak bisa dilakukan dengan mengorbankan badan jalan secara berlebihan.

“Hal itu juga jadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Karena jalan lingkungan kan sudah terbatas ukurannya. Kalau pelebaran drainase mengorbankan jalan, tentu makin sempit akses warga,” kata Ketua DPD PAN Samarinda itu.

Dari persoalan tersebut, Suparno melihat penanganan banjir perlu diperluas dari sekadar pembenahan saluran di sekitar rumah warga. Ia menyoroti jalur air yang menghubungkan kawasan Sambutan dan Selili hingga menuju Sungai Mahakam.

Di jalur tersebut terdapat sejumlah anak sungai yang berkelok. Pada beberapa bagian, ruang di sekitar aliran air juga telah dimanfaatkan sebagai tambahan bangunan rumah.

Menurut Suparno, kondisi tersebut perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi aliran air ketika debit meningkat akibat hujan deras. Jika hanya memperbesar drainase tanpa membenahi sistem aliran secara keseluruhan, persoalan banjir dinilai berpotensi tetap terjadi.

Karena itu, ia mendorong agar Pemkot Samarinda melihat kawasan tersebut sebagai satu kesatuan sistem pengendalian air. Pembahasan tidak hanya mencakup drainase permukiman, tetapi juga jalur anak sungai hingga titik aliran menuju Mahakam.

Salah satu opsi yang menurutnya layak dikaji adalah pembangunan folder atau kolam retensi. Fasilitas tersebut dapat menjadi tempat penampungan sementara ketika volume limpasan meningkat, sebelum air dialirkan menuju sungai.

“Mulai dari depan SPBU di Sambutan sampai Sungai Mahakam melewati daerah Selili. Jadi perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk kemungkinan membuat folder untuk menahan air sementara,” pungkas Suparno. (Kal/El/ADV/DPRD Samarinda)

TAGGED:DPRD Kota SamarindaPenanganan BanjirSuparno
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Next Article Suparno Minta Pencegahan Stunting Tak Berhenti di Paket Susu, Harus Dikawal sampai RT

Berita Undas

DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Kawasan Pergudangan Sutami: Jangan Tunggu Jalan Rusak Lagi
Rabu, 7 Oktober 2026
Suparno Minta Pencegahan Stunting Tak Berhenti di Paket Susu, Harus Dikawal sampai RT
Rabu, 7 Oktober 2026
Banjir Sambutan-Selili Tak Cukup Diatasi dengan Drainase, DPRD Usul Kolam Retensi
Rabu, 7 Oktober 2026
DPRD Samarinda Ingin Pasar Pagi Punya Konsep yang Lebih Menarik
Kamis, 27 Agustus 2026
DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Minat KB, Edukasi Diminta Dimulai Sebelum Menikah
Kamis, 27 Agustus 2026

Berita yang mungkin kamu sukai

Pelayanan Disdukcapil Kukar.
Advertorial

Tak Semua Bisa Online, Disdukcapil Kukar Hadirkan Dua Jalur Layanan

2 Min Read
Pemerintahan

Drainase Jalan Dr Soetomo Samarinda Segera Terhubung dengan Pasar Segiri, Ini Tantangannya

1 Min Read
Advertorial

HUT Mahulu: Perayaan Budaya yang Tak Henti Selama Dua Pekan

2 Min Read
Peristiwa

Terjadi Dua Kebakaran Besar di Samarinda, 36 Bangunan Jadi Abu

3 Min Read
Sekala.id

Afiliasi:

Logo SMSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2023 sekala.id. PT Sekala Media Klausa. All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna
Password

Lost your password?